Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

5 langkah ideal untuk masa depan Jogja

5 langkah ideal untuk masa depan Jogja

Jogja-KoPi| “Perlu adanya langkah ideal untuk perkembangan Jogja lima tahun ke depan, yaitu dengan merebut APBD, komitmen untuk menjadikan kota Jogja kota berwawasan lingkungan, berwawasan kemanusiaan, pembangunan berkelanjutan, serta mewujudkan kota yang berkeadilan sosial  dengan cara membentuk konsolidasi masyarakat sipil”, jelas Gregorius Sahdan, Kaprodi Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD”, Kepala Prodi Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD”, saat diskusi Pasca Pilwali Warga Berdaya, Kamis (19/1).

Merebut APBD dengan cara melibatkan diri pada kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten dapat menjadi salah satu langkah untuk mengontrol APBD yang digunakan pemerintah. Menurut Gregorius Sahdan, APBD Jogja lima tahun terakhir telah digunakan untuk belanja pegawai dan DPRD.

“Ada kongkolikong antara DPRD dan Pemerintah. DPRD tidak berpihak kepada masyarakat, kalau dinilai antara 1-10, DPRD mendapatkan nilai 3,9 atas kinerjanya. APBD kita masih digunakan pemerintah dengan menggunakan SKPD,” ujar Gregorius Sahdan.

Kemudian, komitmen untuk menjadikan kota Jogja kota berwawasan lingkungan juga perlu dilakukan sehingga ruang terbuka hijau semakin banyak di Jogja. “Masyarakat kota Jogja semakin crowded, semakin tinggi tingkat stresnya sehingga membutuhkan ruang publik dan ruang hijau yang banyak”, jelas Gregorius Sahdan.

Gregorius Sahdan juga menjelaskan bahwa diperlukan komitmet untuk menjadikan kota Jogja sebagai kota berwawasan kemanusiaan. Kota yang ramah dengan siapa saja, dengan tujuan dapat digunakan model bagi kota lain baik dalam negara maupun mancanegara.

Selain itu, pembangunan berkelanjutan baik dari segi kemanusiaan, kesehatan maupun keadilan perlu dilakukan. “Data harapan hidup tiap tahun menurun, tahun 2013, 75 tahun, kemudian 2014 73 tahun, dan 2015 antara 72-70 tahun. Aspek keberlanjutan belum ada dan diperhatikan hingga sekarang”, ujar Gregorius Sahdan.

Di sisi lain, mewujudkan kota yang berkeadilan sosial  dengan cara membentuk konsilidasi masyarakat sipil juga penting untuk dilakukan sehingga tidak ada diskriminasi dalam masyarakat Indonesia. “Tidak ada grand desaign antara Pemda dan DPRD agar masyarakat terpinggirkan. APBD hanya untuk kepentingan DPRD dan Pemerintah, kita harus berkonsilidasi untuk mengontrol hal tersebut”, papar Gregorius Sahdan. |Syidiq Syaiful Ardli|

 

back to top