Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

5 langkah ideal untuk masa depan Jogja

5 langkah ideal untuk masa depan Jogja

Jogja-KoPi| “Perlu adanya langkah ideal untuk perkembangan Jogja lima tahun ke depan, yaitu dengan merebut APBD, komitmen untuk menjadikan kota Jogja kota berwawasan lingkungan, berwawasan kemanusiaan, pembangunan berkelanjutan, serta mewujudkan kota yang berkeadilan sosial  dengan cara membentuk konsolidasi masyarakat sipil”, jelas Gregorius Sahdan, Kaprodi Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD”, Kepala Prodi Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD”, saat diskusi Pasca Pilwali Warga Berdaya, Kamis (19/1).

Merebut APBD dengan cara melibatkan diri pada kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten dapat menjadi salah satu langkah untuk mengontrol APBD yang digunakan pemerintah. Menurut Gregorius Sahdan, APBD Jogja lima tahun terakhir telah digunakan untuk belanja pegawai dan DPRD.

“Ada kongkolikong antara DPRD dan Pemerintah. DPRD tidak berpihak kepada masyarakat, kalau dinilai antara 1-10, DPRD mendapatkan nilai 3,9 atas kinerjanya. APBD kita masih digunakan pemerintah dengan menggunakan SKPD,” ujar Gregorius Sahdan.

Kemudian, komitmen untuk menjadikan kota Jogja kota berwawasan lingkungan juga perlu dilakukan sehingga ruang terbuka hijau semakin banyak di Jogja. “Masyarakat kota Jogja semakin crowded, semakin tinggi tingkat stresnya sehingga membutuhkan ruang publik dan ruang hijau yang banyak”, jelas Gregorius Sahdan.

Gregorius Sahdan juga menjelaskan bahwa diperlukan komitmet untuk menjadikan kota Jogja sebagai kota berwawasan kemanusiaan. Kota yang ramah dengan siapa saja, dengan tujuan dapat digunakan model bagi kota lain baik dalam negara maupun mancanegara.

Selain itu, pembangunan berkelanjutan baik dari segi kemanusiaan, kesehatan maupun keadilan perlu dilakukan. “Data harapan hidup tiap tahun menurun, tahun 2013, 75 tahun, kemudian 2014 73 tahun, dan 2015 antara 72-70 tahun. Aspek keberlanjutan belum ada dan diperhatikan hingga sekarang”, ujar Gregorius Sahdan.

Di sisi lain, mewujudkan kota yang berkeadilan sosial  dengan cara membentuk konsilidasi masyarakat sipil juga penting untuk dilakukan sehingga tidak ada diskriminasi dalam masyarakat Indonesia. “Tidak ada grand desaign antara Pemda dan DPRD agar masyarakat terpinggirkan. APBD hanya untuk kepentingan DPRD dan Pemerintah, kita harus berkonsilidasi untuk mengontrol hal tersebut”, papar Gregorius Sahdan. |Syidiq Syaiful Ardli|

 

back to top