Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

45 Korban KM. Isabella ditemukan

Keterangan Gambar : Situasi Apel Tim SAR Dalam Pencarian Enam Orang Korban Hilang  Tagedi Karamnya KM. Isabella Keterangan Gambar : Situasi Apel Tim SAR Dalam Pencarian Enam Orang Korban Hilang Tagedi Karamnya KM. Isabella

Satu orang tewas, 6 orang hilang


 

Selayar-KoPi- Update informasi terbaru sekaitan dengan perkembangan penyisiran korban tenggelamnya KM. Isabella di perairan Pulau Batu-Tanjung Pandang, Kecamatan Pasimasunggu Timur dirilis secara resmi oleh Camat Pasimasunggu Timur, H. Arifuddin, SE melalui keterangan pers yang disampaikannya kepada wartawan pada hari Selasa, (05/08) tengah malam lalu via telefon selular.

Dikatakannya, sampai dengan hari Selasa (05/8) malam, tim sar gabungan yang terdiri atas unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Pos SAR Selayar, aparat kepolisian, TNI-AD masyarakat dan aparat pemerintahan dari tiga wilayah kecamatan terdekat dengan TKP dilaporkan telah berhasil menemukan dan mengevakuasi empat puluh lima orang korban dengan rincian empat puluh empat orang selamat dan satu orang korban tewas.

Sisanya, enam orang korban belum ditemukan dan masih dalam tahap penyisiran oleh tim regu penyelamat. Upaya pencarian terhadap para korban hilang masih akan terus dilaksanakan oleh tim SAR gabungan dengan mengerahkan puluhan unit armada kapal jollor milik warga masyarakat sekitar. Meski kemungkinan, untuk dapat menemukan korban sudah sangat tipis, ujar Arifuddin, SE.
Sampai sejauh ini, tim regu penyelamat telah berhasil menemukan dan mengangkat kembali bangkai KM. Isabella yang karam setelah dihantam badai gelombang pasang di perantaraan Pulau Batu dan Tanjung Pandang, Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan.

Kapal ditemukan dalam kondisi bocor dan rusak dengan tiang layar kapal yang telah patah dan hanyut terbawa arus gelombang laut. Kendati demikian, Arifuddin enggan berspekulasi mengenai ketinggian gelombang laut pada saat terjadinya musibah kapal naas tersebut.
Secara terpisah, Camat Pasimarannu, Andi Abdurrahman, SE. M.Si menjelaskan, KM. Isabella merupakan kapal kiriman asal Pulau Kayuadi, Kecamatan Takabonerate. Kapal dimaksud, datang untuk menjemput rombongan warga dan keluarga masyarakat Pulau Kayuadi yang tinggal berdomisili di Pulau Komba-Komba dan sedianya akan menghadiri hajatan pesta perkawinan keluarga mereka di Pulau Kayuadi.

Namun naas, karena kapal bermuatan lima puluh satu orang penumpang itu tenggelam di perantaraan Pulau Batu-Tanjung Pandang yang secara administratif terletak di wilayah pemerintahan Kecamatan Pasimasunggu Timur.

KM. Isabella karam pada jarak dua belas mil dari Pulau Komba-Komba dengan menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam. Hal ini diungkapkan Camat Pasimarannu, Andi Abdurrahman yang disambangi wartawan di rumah kediaman pribadinya di ruas Jl. Hamang DM, Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada hari Selasa, (05/08) tengah malam lalu.

Informasi tambahan terkait dengan upaya penyisiran dan pencarian terhadap enam orang korban tragedi KM. Isabella disampaikan Camat Pasimasungggu, Tauhid, SE dalam keterangan persnya kepada wartawan.

Menurutnya, tim SAR bersama warga masyarakat telah menyisir beberapa pulau yang berpotensi untuk menjadi lokasi terdamparnya mayat para korban salah satunya, Pulau Sani-Sani, Desa Tanamalala, Kecamatan Pasimasunggu Timur.
Bila tidak ditemukan dalam beberapa hari kedepan, mayat para korban diprediksikan akan terseret arus gelombang laut hingga terbawa keluar dari wilayah perairan Kepulauan Selayar.

Kemungkinan akan terseretnya mayat korban dilihat dari kondisi angin timur dan arus gelombang laut yang mengarah ke bagian barat, tepat pada saat tenggelamnya KM. Isabella di perbatasan Pulau Batu dan Tanjung Pandang, Kecamatan Pasimasunggu Timur.
Dalam kaitan itu, dia berharap adanya bantuan upaya pencarian dari pihak Badan SAR Nasional Makassar untuk dapat menyisir perairan laut Kabupaten Takalar, Samalona dan Kabupaten Pangkep.

Potensi dan kemungkinan mayat para korban akan terseret arus gelombang laut diakui Kasie Ops Badan SAR Nasional Makassar, Deden yang dikonfirmasi wartawan via telefon selular pada hari Rabu, (06/8) sore kemarin.

Dia membenarkan adanya kemungkinan mayat para korban akan terseret arus gelombang laut keluar dari perairan Selayar dan terdampar di perairan Kota Makassar dan beberapa pulau di sekitarnya, seperti Pulau Samalona, Kodingareng serta beberapa wilayah pulau lainnya.
Deden tidak menutup kemungkinan, mayat korban akan terseret arus gelombang sampai ke perairan Masalembo. Terkait dengan kemungkinan ini, pihaknya menyatakan kesiapan untuk memback up upaya pencarian mayat para korban di sekitar perairan Makassar.

Fadly Syarif 

back to top