Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

17 Program Penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta

17 Program Penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta

Jogja-KoPi| Balai Arkeologi Yogyakarta akan melaksanakan 17 program penelitian terhadap situs-situs yang berada di wilayah DIY, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Program yang akan dilaksanakan pada tahun 2016 kebanyakan merupakan kelanjutan dari program penelitan tahun 2015.

"Program yang akan dilakukan pada tahun 2016 merupakan program lanjutan dari penelitian tahun 2015 ditambah dengan 6 program penelitian baru," papar Peneliti Arkeologi, M. Chawari saat ditemui di kantornya, Jumat (8/11).

Program-program tersebut antara lain berada di Rembang tentang manusia purba, Pati tentang candi, Blora tentang Gua Kidang peninggalan prasejarah, Tegal, Temanggung (Liyangan), Banyuwangi tentang banker Jepang dan identifikasi masalah Islam Kolonial-Klasik, Madura tentang etnis Arab, Gresik tentang situs under water di pulau Bawean, Madiun tentang Ngurawan, Lumajang tentang Candi, Kediri tentang Candi Tondowongso, dan Kota Lama Semarang.

"Di antara program penelitian tersebut terdapat beberapa program yang merupakan program lanjutan dari program-program sebelumnya yang pernah berhenti karena tujuan penelitian sudah selesai, seperti di Candi Tondowongso,"jelas M. Chawiri.

Sedangkan, medan yang berat menjadi kendala tersendiri bagi para peneliti. Menurut M. Chawari, tempat-tempat penelitian situs peninggalan berada di wilayah-wilayah yang susah dijangkau seperti pesisir pantai dan atas gunung.

Selain itu, Balai Arkeologi Yogyakarta juga akan mencanangkan program Rumah Peradaban yang berda di tiga situs unggulan pada tahun 2016. |Frenda Yentin|Winda Efa Nur|

back to top