Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

1550 warga DIY diungsikan akibat banjir dan longsor

1550 warga DIY diungsikan akibat banjir dan longsor

Jogja-KoPi|Hujan deras serta angin kencang efek dari hantaman badai Cempaka ke DIY selama tiga hari berturut-turut dari senin (27/11) hingga Rabu (29/11) membuat 1550 warga mengungsi ke posko pengungsian.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyatakan Kabupaten Bantul adalah kabupaten terdampak paling parah.

PLT BPBD DIY Krido Suprayitno mengatakan 1550 warga terdampak adalah warga Bantul. Warga pun di ungsikan sementara ke tiga titik di Kecamatan Immogiri.

"Paling banyak mengungsi di kebon agung sebesar 750orang. Kalau daerah lainnya atau kabupaten ,saya belum dapat informasi terbaru jumlah pengungsinya," kata Krido di Kompleks kantor Gubernur Yogyakarta, Rabu (29/11).

BPBD dibantu relawan dan warga setempat telah melakukan kerja bakti pembersihan material longsor dan banjir. Dapur Umum juga sudah dibangun. Keperluan logistik seperti bahan pangan dan peralatan masak juga sudah terkirim ke posko pengungsian. tercatat ada tiga posko pengungsian yang terletak di kantor kecamatan Imogiri, Balai desa Kebon Agung dan Balai Desa Imogiri.

Berkaitan laporan bencana terakhir yang diterima Pusdalop BPBD DIY Rabu pagi ,sekiranya angin kencang serta hujan lebat yang menimpa Kabupaten Bantul selama 36 jam menyebabkan 67 pohon tumbang, 45 titik tanah longsor, 31 titik banjir. Krido pun menjelaskan setidaknya ada tiga jembatan putus, salah satunya jembatan yang ada di Pundong yang sempat viral di media Sosial.

"Tiga jembatan dilaporkan putus yaitu di dua di Kecamatan Pundong dan satu di Bangunjiwo,"jelas Krido.


Di Kabupaten Gunung kidul dilaporkan 9 titik pohon tumbang, 9 titik tanah longsor dan 44 banjir. Plt BPBD DIY ini menegaskan Gunungkidul paling parah terkena dampak banjir akibat dari meluapnya sejumlah sungai yang melintasi Gunungkidul.

"Banyaknya lokasi banjir ini disebabkan kondisi sungai Gunungkidul yang dangkal. Sehingga kalau hujan lebat lagi seperti semalam,kemungkinan masih banjir," imbuhnya Krido.

Sementara di Kota Yogyakarta, Kepala Pusdalops BPBD DIY Danang Syamsu Rizal mengatakan tercatat ada 9 pohon tumbang, 1 wilayah banjir dan 9 tanah longsor yang menyebabkan 3 orang meninggal.

Wilayah tanah longsor terjadi antara lain di Prenggan Kota Gede, Kricak Tegal Rejo, Purbayan Kota Gede dan Pringgokusuman. Sebanyak 151 kepala keluarga terdampak bencana. Para korban pun diungsikan ke rumah kerabat terdekat.

Di Kabupaten Sleman, Badai Cempaka membuat pohon tumbang di 17 titik, tanah longsor 15 titik, dan banjir 28 titik.

"Ada sekitar 200 warga terdampak. Puluhan rumah, talud dan fasilitas umum rusak. Tapi tak ada korban jiwa dan korban luka,"kata Danang.

Efek badai Cempaka juga menyebabkan longsor di wilayah Kulonprogo. Tercatat 20 titik pohon tumbang, 27 titik longsor, dan 6 titik banjir. Kepala kantor Pencarian dan Pertolongan DIY (Basarnas DIY) Supriono mengatakan pihaknya sudah menerjunkan 1 tim yang terdiri dari 8-10 anggota tim SAR untuk membantu korban longsor yang ada di Dusun Nroto,Desa Pendoworejo,Kecamatan Girimulyo

"Disana ada dua korban yang sekarang lagi proses evakuasi. Belum ada kelanjutan nanti saya tanyakan ke petugas Komunikasi disana. Yang jelas 2 orang tertimbun longsor,"ujar Supriono saat dijumpai di Kantornya.

Ia pun menegaskan,Basarnas akan selalu siap siaga 24 jam untuk menanggapi respon cepat dan laporan dari masyarakat. Masyarakat pun bisa menghubungi Basarnas lewat panggilan tanpa menghabiskan pulsa di nomor 115 jika ada situasi darurat di DIY..

"Personil kita sudah siap 4 tim yang terdiri dari 8-10 orang tergantung daerah yang kita tangani. Mereka disediakan alat utama (Alut) pertolongan dan alat komunikasi . Pergerakkan mereka pun sudah terpantau di Komputer," pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top