Menu
Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Muhammadiyah menyatakan sikap terkait bencana lingkungan

Muhammadiyah menyatakan sikap terka…

Bantul-KoPi| Majelis Li...

Mendikbud meresmikan Museum dan Galeri Tino Sidin

Mendikbud meresmikan Museum dan Gal…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Para orangtua harus pahami kebutuhan anak difabel

Para orangtua harus pahami kebutuha…

Bantul-KoPi|Pola asuh ana...

Prev Next

1550 warga DIY diungsikan akibat banjir dan longsor

1550 warga DIY diungsikan akibat banjir dan longsor

Jogja-KoPi|Hujan deras serta angin kencang efek dari hantaman badai Cempaka ke DIY selama tiga hari berturut-turut dari senin (27/11) hingga Rabu (29/11) membuat 1550 warga mengungsi ke posko pengungsian.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyatakan Kabupaten Bantul adalah kabupaten terdampak paling parah.

PLT BPBD DIY Krido Suprayitno mengatakan 1550 warga terdampak adalah warga Bantul. Warga pun di ungsikan sementara ke tiga titik di Kecamatan Immogiri.

"Paling banyak mengungsi di kebon agung sebesar 750orang. Kalau daerah lainnya atau kabupaten ,saya belum dapat informasi terbaru jumlah pengungsinya," kata Krido di Kompleks kantor Gubernur Yogyakarta, Rabu (29/11).

BPBD dibantu relawan dan warga setempat telah melakukan kerja bakti pembersihan material longsor dan banjir. Dapur Umum juga sudah dibangun. Keperluan logistik seperti bahan pangan dan peralatan masak juga sudah terkirim ke posko pengungsian. tercatat ada tiga posko pengungsian yang terletak di kantor kecamatan Imogiri, Balai desa Kebon Agung dan Balai Desa Imogiri.

Berkaitan laporan bencana terakhir yang diterima Pusdalop BPBD DIY Rabu pagi ,sekiranya angin kencang serta hujan lebat yang menimpa Kabupaten Bantul selama 36 jam menyebabkan 67 pohon tumbang, 45 titik tanah longsor, 31 titik banjir. Krido pun menjelaskan setidaknya ada tiga jembatan putus, salah satunya jembatan yang ada di Pundong yang sempat viral di media Sosial.

"Tiga jembatan dilaporkan putus yaitu di dua di Kecamatan Pundong dan satu di Bangunjiwo,"jelas Krido.


Di Kabupaten Gunung kidul dilaporkan 9 titik pohon tumbang, 9 titik tanah longsor dan 44 banjir. Plt BPBD DIY ini menegaskan Gunungkidul paling parah terkena dampak banjir akibat dari meluapnya sejumlah sungai yang melintasi Gunungkidul.

"Banyaknya lokasi banjir ini disebabkan kondisi sungai Gunungkidul yang dangkal. Sehingga kalau hujan lebat lagi seperti semalam,kemungkinan masih banjir," imbuhnya Krido.

Sementara di Kota Yogyakarta, Kepala Pusdalops BPBD DIY Danang Syamsu Rizal mengatakan tercatat ada 9 pohon tumbang, 1 wilayah banjir dan 9 tanah longsor yang menyebabkan 3 orang meninggal.

Wilayah tanah longsor terjadi antara lain di Prenggan Kota Gede, Kricak Tegal Rejo, Purbayan Kota Gede dan Pringgokusuman. Sebanyak 151 kepala keluarga terdampak bencana. Para korban pun diungsikan ke rumah kerabat terdekat.

Di Kabupaten Sleman, Badai Cempaka membuat pohon tumbang di 17 titik, tanah longsor 15 titik, dan banjir 28 titik.

"Ada sekitar 200 warga terdampak. Puluhan rumah, talud dan fasilitas umum rusak. Tapi tak ada korban jiwa dan korban luka,"kata Danang.

Efek badai Cempaka juga menyebabkan longsor di wilayah Kulonprogo. Tercatat 20 titik pohon tumbang, 27 titik longsor, dan 6 titik banjir. Kepala kantor Pencarian dan Pertolongan DIY (Basarnas DIY) Supriono mengatakan pihaknya sudah menerjunkan 1 tim yang terdiri dari 8-10 anggota tim SAR untuk membantu korban longsor yang ada di Dusun Nroto,Desa Pendoworejo,Kecamatan Girimulyo

"Disana ada dua korban yang sekarang lagi proses evakuasi. Belum ada kelanjutan nanti saya tanyakan ke petugas Komunikasi disana. Yang jelas 2 orang tertimbun longsor,"ujar Supriono saat dijumpai di Kantornya.

Ia pun menegaskan,Basarnas akan selalu siap siaga 24 jam untuk menanggapi respon cepat dan laporan dari masyarakat. Masyarakat pun bisa menghubungi Basarnas lewat panggilan tanpa menghabiskan pulsa di nomor 115 jika ada situasi darurat di DIY..

"Personil kita sudah siap 4 tim yang terdiri dari 8-10 orang tergantung daerah yang kita tangani. Mereka disediakan alat utama (Alut) pertolongan dan alat komunikasi . Pergerakkan mereka pun sudah terpantau di Komputer," pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top