Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

15 negara akan ikuti Jogja Travel Mart (JTM)

15 negara akan ikuti Jogja Travel Mart (JTM)

Sleman-KoPi​| Dinas Pariwisata Provinsi DIY bekerja sama dengan DPD ASITA DIY & BPD PHRI DIY akan mengadakan Jogja Travel Mart (JTM) pada 15-18 Mei 2017 yang diikuti oleh 15 negara.

JTM adalah agenda tahunan Dinas Pariwisata DIY yang telah berlangsung selam 8 tahun yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bisnis bagi seller dan buyer. Seller dalam kegiatan ini yaitu agen-agen perjalanan, hotel, restoran, objek wisata, dan stake holder lainnya yang sudah terkemuka di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang berjumlah 88 Seller.

Sedangkan menurut Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta, Ir. Aris Riyanta, M.Si, buyer dalam kegiatan ini adalah perusahaan internasional dengan market luas yang berasal dari 15 negara termasuk Indonesia.

"JTM menargetkan 100 buyer tapi 144 buyer yang berasal dari 15 negara termasuk Indonesia", jelasnya.

Negara-negara tersebut yaitu Netherland, Hungaria, India, Laos, Malaysia, Oman, Filipina, Poland, Singapura, Spanyol, Thailand, USA, Vietnam, Korea Selatan, dan Indonesia. Sementara, buyer terbanyak berasal dari Malaysia, yaitu sebanyak 49 perusahaan, kemudian disusul Indonesia 35 perusahaan, dan India 14 perusahaan.

Menurut Ketua Panitia JTM, Fahmi Fadli Ali, negara yang menjadi buyer tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

"JTM tahun ini diikuti lebih banyak negara dibandingkan tahun lalu. Terdapat 3 negara baru, yaitu
Hungaria, Oman, dan Polandia", jelasnya.

Banyaknya buyer dalam kegiatan diharapkan mampu memberikan peluang yang lebih besar pada seller untuk bertemu dan menarik buyer

"Dengan banyaknya jumlah buyer dari berbagai negara diharapkan kebutuhan seller untuk bertemu banyak buyer bisa tepenuhi. Sehingga kesempatan seller untuk mendapatkan pertemuan dengan buyer jaih lebih besar", jelas Fadli.

Selain mempertemukan buyer dengan seller, kegiatan ini juga bertujuan untuk membranding dan mempromosikan destinasi di Yogyakarta sebagai upaya meningkatkan wisatawan.

"Tujuan utama bukan untuk menciptakan transaksi, tapi juga untuk membranding destinasi Jogja sehingga wisatawan dapat meningkat 15 persen", jelas Fadli.

Selanjutnya ia menjelaskan pembrandingan destinasi Jogja dilakukan dengan educational trip di Candi Borobudur dan cave tubing di Goa Pindul. Tujuannya untuk memperkenalkan highlight pariwisata DIY dan objek wisata lainnya terutama wisata Gunung Kidul.

Di sisi lain Aris menambahkan kegiatan ini juga untuk memperkenalkan New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang akan beroperasi tahu 2019.

"JTM diharapkan dapat memperkenalkan ke pihak buyer yang terdiri dari 15 negara tentang NYIA yang bisa mendapatkan boing 7777 dengan kapasitas penumpang 500 orang", pungkasnya.

back to top