Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

YouTube curi perhatian White House

YouTube curi perhatian White House

Amerika-KoPi, Perwakilan Partai Republik, Darrel Issa mengklaim bahwa email yang ia tinjau menunjukkan bahwa White House sudah berbicara kepada pihak YouTube, saat serangan teror terjadi di Benghazi, untuk memperingatkan situs web ini mengenai konsekuensi dari pemostingan sebuah video anti-islam.

Email tersebut juga menunjukkan bahwa White House sudah menghubungkan serangan yang terjadi dengan video tersebut sejak awal—walaupun awalnya mereka mengklaim bahwa serangan itu muncul sebagai protes atas sebuah film yang akhirnya tidak terbukti benar.


Menurut Issa, email tersebut dikirim pada pukul 9:11 malam ET pada tanggal 11 September kepada Pusat Komando Keamanan Diplomatik. Isi dari email tersebut adalah:”White House berbicara kepada pihak UTube untuk memberitahu akibat dari postingan video Pastor John.” Issa menyatakan bahwa email ini “bermasalah” karena ini “membantah” klaim White House bahwa kesalahan alur cerita dalam video itu disebabkan oleh poin pembicaraan komunitas intelijen.


Issa mendiskusikan isi email tersebut saat Majelis memilih panitia yang disiapkan untuk meluncurkan investigasinya pada kasus serangan Benghazi pada tahun 2012 beserta akibat yang ditimbulkan dari serangan tersebut. Mendahului kerja panitia tersebut, Issa telah memanggil Sekretaris Negara John Kerry untuk menghadap sebelum House Oversight dan Government Reform Committee minggu depan.


Issa memiliki banyak pertanyaan mengenai email tersebut, ketika email yang muncul sebelumnya menunjukkan bahwa White House mengadakan “panggilan persiapan” setelah serangan—duta PBB Susan Rice yang dilibatkan dalam alur cerita video tersebut. Pihak White House mengklaim bahwa panggilan tersebut mengenai protes di lingkup daerah.


Salah seorang pejabat White House juga menyatakan kepada ABC News bahwa email tersebut hanya “membuktikan” apa yang sudah ditunjukkan oleh pihak pemerintahan—bahwa mereka mengkhawatirkan video yang menimbulkan protes di daerah.



(Ana Puspita)
Sumber: Foxnews.com

back to top