Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Three Women, Dance dan The Scream akan dipamerkan di Paris

Photo: 1.Fernand Léger’s “Three Women (Le Grand Déjeuner)” (1921-22). Credit Museum of Modern Art, Artists Rights Society, New York/ADAGP, Paris  2.  Edvard Munch’s “The Scream,” circa 1910. Credit Edvard Munch, Munch Museum Photo: 1.Fernand Léger’s “Three Women (Le Grand Déjeuner)” (1921-22). Credit Museum of Modern Art, Artists Rights Society, New York/ADAGP, Paris 2. Edvard Munch’s “The Scream,” circa 1910. Credit Edvard Munch, Munch Museum

Paris-KoPi| Museum Louis Vuitton Found di Paris diresmikan Oktober 2014 lalu. Semua orang kagum dengan gedung yang dirancang oleh Frank Gehry tetapi semua hanya tertuju pada satu sisi. 

Tapi tak seperti diduga banyak pengamat, di bawah Direktur artistik Yayasan, Suzane Page, diam-diam akan menggelar pameran karya-karya modern pada bulan April 2015. Karya-karya yang ditampilkan dipinjam dari lembaga-lembaga di seluruh dunia termasuk "Three Women (Le Grand Déjeuner)" milik Léger, "Dance" milik Matisse, dan "The Scream" milik Edvard Munch.

"The Scream" adalah pinjaman dari Munch Museum di Oslo; "Dance" milik Matisse yang tidak terlihat di Paris selama 15 tahun adalah pinjaman dari State Hermitage Museum di St. Petersburg; "Three Women" milik Léger adalah dari Museum of Modern Art di New York.

Ketika gedung senilai 1,8 Trilyun rupiah itu dibuka, banyak dunia seni menyuarakan kekecewaan bahwa instalasi perdana yang disertakan hanya karya yang dikumpulkan oleh Bernard Arnault yang merupakan Ketua dan Kepala Eksekutif LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton, seorang konglomerat barang mewah. 

Pameran ini termasuk tas kanvas oleh Gerhard Richter dan Ellsworth Kelly, dan patung oleh Thomas Schutte dan Isa Genzken, Christian Bolstanski dan Pierre Huyghe. (Beberapa karya yang lebih kuat adalah dari Mr. Kelly, Olafur Eliasson dan Taryn Simon.)

Sekarang Museum ini akan menjadi tempat melihat beberapa batu ujian seni modern. 

Museum ini juga akan menampilkan karya-karya  Rothko "No. 46 (Black, Oker, Red)", dari Museum Contemporary Art di Los Angeles serta "Brancusi Endless Colomn Version1" dari MoMA.

Ukiran dari kayu ek, yang pertama kali dikembangkan dan Picasso "Woman With Yellow Hair" milik Museum Guggenheim di New York, juga dikatakan tiba di sini.

"Yayasan ini memang mengarah pada kontemporer. Tapi itu tidak berarti ingin mengabaikan sejarah seni, seperti yang terlihat dalam tiga karya besar abad ke-20 tersebut di museum ini, yang terus menjadi referensi penting bagi para seniman hari ini,"kata Page.| nytimes.com|E Hermawan

back to top