Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Three Women, Dance dan The Scream akan dipamerkan di Paris

Photo: 1.Fernand Léger’s “Three Women (Le Grand Déjeuner)” (1921-22). Credit Museum of Modern Art, Artists Rights Society, New York/ADAGP, Paris  2.  Edvard Munch’s “The Scream,” circa 1910. Credit Edvard Munch, Munch Museum Photo: 1.Fernand Léger’s “Three Women (Le Grand Déjeuner)” (1921-22). Credit Museum of Modern Art, Artists Rights Society, New York/ADAGP, Paris 2. Edvard Munch’s “The Scream,” circa 1910. Credit Edvard Munch, Munch Museum

Paris-KoPi| Museum Louis Vuitton Found di Paris diresmikan Oktober 2014 lalu. Semua orang kagum dengan gedung yang dirancang oleh Frank Gehry tetapi semua hanya tertuju pada satu sisi. 

Tapi tak seperti diduga banyak pengamat, di bawah Direktur artistik Yayasan, Suzane Page, diam-diam akan menggelar pameran karya-karya modern pada bulan April 2015. Karya-karya yang ditampilkan dipinjam dari lembaga-lembaga di seluruh dunia termasuk "Three Women (Le Grand Déjeuner)" milik Léger, "Dance" milik Matisse, dan "The Scream" milik Edvard Munch.

"The Scream" adalah pinjaman dari Munch Museum di Oslo; "Dance" milik Matisse yang tidak terlihat di Paris selama 15 tahun adalah pinjaman dari State Hermitage Museum di St. Petersburg; "Three Women" milik Léger adalah dari Museum of Modern Art di New York.

Ketika gedung senilai 1,8 Trilyun rupiah itu dibuka, banyak dunia seni menyuarakan kekecewaan bahwa instalasi perdana yang disertakan hanya karya yang dikumpulkan oleh Bernard Arnault yang merupakan Ketua dan Kepala Eksekutif LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton, seorang konglomerat barang mewah. 

Pameran ini termasuk tas kanvas oleh Gerhard Richter dan Ellsworth Kelly, dan patung oleh Thomas Schutte dan Isa Genzken, Christian Bolstanski dan Pierre Huyghe. (Beberapa karya yang lebih kuat adalah dari Mr. Kelly, Olafur Eliasson dan Taryn Simon.)

Sekarang Museum ini akan menjadi tempat melihat beberapa batu ujian seni modern. 

Museum ini juga akan menampilkan karya-karya  Rothko "No. 46 (Black, Oker, Red)", dari Museum Contemporary Art di Los Angeles serta "Brancusi Endless Colomn Version1" dari MoMA.

Ukiran dari kayu ek, yang pertama kali dikembangkan dan Picasso "Woman With Yellow Hair" milik Museum Guggenheim di New York, juga dikatakan tiba di sini.

"Yayasan ini memang mengarah pada kontemporer. Tapi itu tidak berarti ingin mengabaikan sejarah seni, seperti yang terlihat dalam tiga karya besar abad ke-20 tersebut di museum ini, yang terus menjadi referensi penting bagi para seniman hari ini,"kata Page.| nytimes.com|E Hermawan

back to top