Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Three Women, Dance dan The Scream akan dipamerkan di Paris

Photo: 1.Fernand Léger’s “Three Women (Le Grand Déjeuner)” (1921-22). Credit Museum of Modern Art, Artists Rights Society, New York/ADAGP, Paris  2.  Edvard Munch’s “The Scream,” circa 1910. Credit Edvard Munch, Munch Museum Photo: 1.Fernand Léger’s “Three Women (Le Grand Déjeuner)” (1921-22). Credit Museum of Modern Art, Artists Rights Society, New York/ADAGP, Paris 2. Edvard Munch’s “The Scream,” circa 1910. Credit Edvard Munch, Munch Museum

Paris-KoPi| Museum Louis Vuitton Found di Paris diresmikan Oktober 2014 lalu. Semua orang kagum dengan gedung yang dirancang oleh Frank Gehry tetapi semua hanya tertuju pada satu sisi. 

Tapi tak seperti diduga banyak pengamat, di bawah Direktur artistik Yayasan, Suzane Page, diam-diam akan menggelar pameran karya-karya modern pada bulan April 2015. Karya-karya yang ditampilkan dipinjam dari lembaga-lembaga di seluruh dunia termasuk "Three Women (Le Grand Déjeuner)" milik Léger, "Dance" milik Matisse, dan "The Scream" milik Edvard Munch.

"The Scream" adalah pinjaman dari Munch Museum di Oslo; "Dance" milik Matisse yang tidak terlihat di Paris selama 15 tahun adalah pinjaman dari State Hermitage Museum di St. Petersburg; "Three Women" milik Léger adalah dari Museum of Modern Art di New York.

Ketika gedung senilai 1,8 Trilyun rupiah itu dibuka, banyak dunia seni menyuarakan kekecewaan bahwa instalasi perdana yang disertakan hanya karya yang dikumpulkan oleh Bernard Arnault yang merupakan Ketua dan Kepala Eksekutif LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton, seorang konglomerat barang mewah. 

Pameran ini termasuk tas kanvas oleh Gerhard Richter dan Ellsworth Kelly, dan patung oleh Thomas Schutte dan Isa Genzken, Christian Bolstanski dan Pierre Huyghe. (Beberapa karya yang lebih kuat adalah dari Mr. Kelly, Olafur Eliasson dan Taryn Simon.)

Sekarang Museum ini akan menjadi tempat melihat beberapa batu ujian seni modern. 

Museum ini juga akan menampilkan karya-karya  Rothko "No. 46 (Black, Oker, Red)", dari Museum Contemporary Art di Los Angeles serta "Brancusi Endless Colomn Version1" dari MoMA.

Ukiran dari kayu ek, yang pertama kali dikembangkan dan Picasso "Woman With Yellow Hair" milik Museum Guggenheim di New York, juga dikatakan tiba di sini.

"Yayasan ini memang mengarah pada kontemporer. Tapi itu tidak berarti ingin mengabaikan sejarah seni, seperti yang terlihat dalam tiga karya besar abad ke-20 tersebut di museum ini, yang terus menjadi referensi penting bagi para seniman hari ini,"kata Page.| nytimes.com|E Hermawan

back to top