Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

World Trade Center Dibuka Kembali untuk Bisnis

World Trade Center Dibuka Kembali untuk Bisnis

Amerika Serikat-KoPi. Tiga tahun setelah tragedi serangan teroris 9/11, World Trade Center dibuka kembali untuk bisnis—menandai tonggak emosional bagi warga New York.

Gedung pencakar langit yang memiliki 104 tingkat dan bernilai 3,9 miliar dollar mendominasi langit Manhattan.

Gedung itu dibangun di atas tanah selebar enam hektar di mana menara kembar hancur dan menewaskan lebih dari 2.700 orang yang terkubur di bawah gundukan puing-puing pada tanggal 11 September 2001.

Agensi penerbit tersebut mulai pindah ke World Trade Center 4 sejak minggu lalu.

Perusahaan arsitektur, TJ Gottesdiener dari Owings & Merrill, mengatakan butuh langkah-langkah tambahan untuk memperkuat struktur baja dan beton.

Mereka mengatakan gedung ini lebih kuat secara struktur daripada menara kembar.

Sejak hari Senin, lebih dari 170 karyawan pindah ke lima lantai dari gedung 25 lantai Conde Nest, kata perusahaan itu. Pada awal tahun 2015, sekitar 3000 lebih staf akan pindah ke World Trading Center.

Proses pembangunan selama delapan tahun dari gedung pencakar langit setinggi 541 meter terancam gagal karena adanya perdebatan politik, keungan dan hukum.

 

Deby Rahmayanti

news.com.au

back to top