Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Wonder women, Douh 43 tahun menjadi 'pria' demi sang putri

Wonder women, Douh 43 tahun menjadi 'pria' demi sang putri

Mesir-KoPi| Setelah menjanda, kehidupan kelam menyelimuti wanita (64) ini. Dia harus berjuang sendiri menafkahi anaknya. Suami Sisa Gaber Abu Douh meninggal ketika usia kandungannya baru enam bulan.

Ditinggal suami merupakan ujian yang berat bagi Douh, terlebih kondisi Mesir tanpa seorang pelindung (suami). Akhirnya Douh mengambil keputusan berani menyamar menjadi laki-laki. Demi melindungi putri kesayangannya.
 
Douh memang memutuskan tidak menikah lagi, berbeda dengan perempuan janda kebanyakan. Dia bertekad untuk menjadi single parent, dengan keseharian bekerja untuk sang putri.

Untuk melindungi diri dari fitnah dan gosip, dia mengenakan pakaian laki-laki lengkap dengan sorban tradisionalnya.

Dalam penyamarannya dia bekerja menjadi tukang semir sepatu. Dia bekerja bersama penyemir laki-laki di desa yang tidak ada orang mengenalinya.

Selama 43 tahun lamanya Douh menyamar menjadi laki-laki. Bahkan ketika putrinya menikah pada usia 16 tahun, dia memakai pakaian laki-laki. Malah dia merasa tidak nyaman dengan pakaian wanita.

"Saya menolak untuk menikah setelah kematian suami saya, saya mengambil peran seorang ayah dan ibu untuk putri saya, dalam masyarakat patriarki (Mesir)," katanya.
 
Dengan suara pahit, Douh mengatakan, "Saya telah bekerja di banyak hal, saya bekerja penyemir sepatu, buruh dan petani. Aku memegang semen berat dan tas beton di atas kepalaku. Aku mengangkat batu bata saya bisa menerima semua itu, daripada menjadi mengemis. "
 
Berbicara kepada putrinya di saluran MBC, "Jika Anda laki-laki, aku akan menikah, tapi kau seorang gadis dan tidak ada yang bisa mengurus Anda sebanyak seperti yang saya lakukan, dan saya bisa kehilangan Anda."

Setelah 43 tahun perjuangannya, bertepatan dengan Hari Ibu Kementerian Solidaritas Sosial Mesir memberikan penghormatan kepada Douh atas segala ‘kehebatannya’. |egyptindependent.com |Winda Efanur FS|

back to top