Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Wonder women, Douh 43 tahun menjadi 'pria' demi sang putri

Wonder women, Douh 43 tahun menjadi 'pria' demi sang putri

Mesir-KoPi| Setelah menjanda, kehidupan kelam menyelimuti wanita (64) ini. Dia harus berjuang sendiri menafkahi anaknya. Suami Sisa Gaber Abu Douh meninggal ketika usia kandungannya baru enam bulan.

Ditinggal suami merupakan ujian yang berat bagi Douh, terlebih kondisi Mesir tanpa seorang pelindung (suami). Akhirnya Douh mengambil keputusan berani menyamar menjadi laki-laki. Demi melindungi putri kesayangannya.
 
Douh memang memutuskan tidak menikah lagi, berbeda dengan perempuan janda kebanyakan. Dia bertekad untuk menjadi single parent, dengan keseharian bekerja untuk sang putri.

Untuk melindungi diri dari fitnah dan gosip, dia mengenakan pakaian laki-laki lengkap dengan sorban tradisionalnya.

Dalam penyamarannya dia bekerja menjadi tukang semir sepatu. Dia bekerja bersama penyemir laki-laki di desa yang tidak ada orang mengenalinya.

Selama 43 tahun lamanya Douh menyamar menjadi laki-laki. Bahkan ketika putrinya menikah pada usia 16 tahun, dia memakai pakaian laki-laki. Malah dia merasa tidak nyaman dengan pakaian wanita.

"Saya menolak untuk menikah setelah kematian suami saya, saya mengambil peran seorang ayah dan ibu untuk putri saya, dalam masyarakat patriarki (Mesir)," katanya.
 
Dengan suara pahit, Douh mengatakan, "Saya telah bekerja di banyak hal, saya bekerja penyemir sepatu, buruh dan petani. Aku memegang semen berat dan tas beton di atas kepalaku. Aku mengangkat batu bata saya bisa menerima semua itu, daripada menjadi mengemis. "
 
Berbicara kepada putrinya di saluran MBC, "Jika Anda laki-laki, aku akan menikah, tapi kau seorang gadis dan tidak ada yang bisa mengurus Anda sebanyak seperti yang saya lakukan, dan saya bisa kehilangan Anda."

Setelah 43 tahun perjuangannya, bertepatan dengan Hari Ibu Kementerian Solidaritas Sosial Mesir memberikan penghormatan kepada Douh atas segala ‘kehebatannya’. |egyptindependent.com |Winda Efanur FS|

back to top