Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

WHO: 4 Juta Kasus Virus Zika

WHO:  4 Juta Kasus Virus Zika

Amerika-KoPi| Badan Organisasi Kesehatan dunia WHO mengatakan hingga kini terdapat empat juta kasus virus Zika di Amerika. Jumlah tersebut sangat mengkhawatirkan.

Ancaman virus menyebabkan cacat lahir, serta menginfeksi jutaan orang di dua benua, termasuk 1,5 juta di Brazil.
Kepala organisasi WHO Margaret Chan akan mengundang kalangan internasional membahas virus Zika, sekaligus memutuskan virus Zika sebagai wabah internasional.

Ms Chan mengatakan penyakit itu sudah sampai tahap yang mengkhawatirkan. "Kami akan menentukan tingkat virus, memudahkan gerak cepat penanganan internasional," kata Chan.

Sementara itu, Marcos Espinal, kepala penyakit menular di PAHO, Amerika di bawah WHO, mengatakan penelitian korelasi antara Zika dan microcephaly di Brazil akan segera diterbitkan.

"Kami belum tahu apakah virus ini melewati plasenta dan menghasilkan atau menyebabkan microcephaly. Kami pikir itu berperan. Tidak ada keraguan tentang itu," katanya kepada pertemuan dewan eksekutif WHO di Jenewa. |http://www.telegraph.co.uk/|Winda Efanur FS|

back to top