Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Waspada wabah Mers

Waspada wabah Mers

Arab Saudi-KoPi, Arab Saudi kini telah mengeluarkan peringatan kesehatan kepada semua warga yang mengendarai unta sebagai bagian dari usaha negara untuk mengetahui penyebab virus pernapasan yang mematikan, Mers.

Lebih dari seperempat warga  yang didiagnosa terjangkit Middle East Respiratory Syndrome (Mers) telah meninggal. Tak hanya itu saja, ternyata sudah ada sekitar 500 kasus yang terjadi dan kini wabah tersebut telah menyebar hingga ke Eropa dan Amerika.


Pakar kesehatan telah memberikan peringatan bahwa unta adalah hewan yang sangat mungkin sekali menjadi sumber infeksi penyakit Mers. Lebih lanjut, Menteri Pertanian Arab Saudi mengeluarkan pernyataan lewat lembaga resmi Saudi Press Agency hari Minggu kemarin yang berisi nasehat agar para warga “melakukan dan mengikuti tindakan pencegahan” saat bersinggungan dengan hewan tersebut.


Pemerintah juga sudah memperingatkan masyarakat umum untuk menghindari kontak dengan unta, kecuali untuk kepentingan yang benar-benar mendesak. Dan jika memang mereka harus bersinggungan dengan hewan tersebut, masyarakat harus mencuci tangan mereka sebelum dan sesudahnya dan juga mereka harus menggunakan masker wajah beserta sarung tangan.


(Ana Puspita)
Sumber: The Independent


back to top