Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Was-was Gunung Sakurajima meletus dekat instalasi nuklir

Was-was Gunung Sakurajima meletus dekat instalasi nuklir

Jepang-KoPi| Gunung berapi Sakurajima Jepang meletus pada pukul 06.05 waktu setempat. Letusan gunung mengeluarkan lava panas hingga lereng gunung. Sekejap langit Jepang menghitam karena muntahan abu ke angkasa.

Letusan ini sempat mengkhawatirkan Jepang. Pasalnya lokasi letusan berdekatan dengan aplikasi nuklir, hanya berjarak 50 meter.

Profesor di Universitas Kyoto, Kazuhiro Ishihara menggambarkan material muntahan gunung terlempar hingga dua kilometer. Untungnya jauh dari pemukiman penduduk.

Kazuhiro menilai hingga saat ini belum ada tindakan dampak parah dari letusan. Tetapi dia menghimbau masyrakat untuk waspada.

"Saya tidak berpikir akan ada dampak serius dari ledakan. Tapi tentu saja kita harus terus memantau aktivitas gunung berapi," kata Kazuhiro.

Sampai berita ini diturunkan. Belum ada laporan korban jiwa maupun, mengingat ada sekitar 4.000 penduduk yang bermukim sekitar 1,117 meter dari gunung Sakurajima.

Gunung berapi, di daerah Kagoshima selatan telah menunjukkan peningkatan aktivitas sejak Agustus lalu. Saat itu Pemerintah setempat telah memerintahkan penduduk untuk waspada terhadap letusan gunung dan persiapan evakuasi.

Sebelumnya Gunung Sakurajma meletus pertama kali pada tahun 1914. Letusan tersebut yang paling hebat, aliran lava sampai mengalir ke daratan Kyusu.

Jepang memiliki lebih dari 100 gunung berapi aktif dan terletak di 'Ring of Fire'. Daerah jalur patahan dan gunung berapi di sekitar tepi Pasifik.
|Skynews.com|Winda Efanur FSІ|

back to top