Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Warga New York salahkan Donald Trump atas terbunuhnya Imam Maulana Akonjee

Reuters Reuters

New York-KoPi| Imam masjid bernama Maulama Akonjee dan asistenya ditembak mati di kawasan A Queens New York saat setelah mereka selesai sholat dan meninggalkan Masjid Jame Al-Furqan di Ozone Park.

The New York Daily News melaporkan kedua orang itu ditembak di kepala di sekitar 13:50 di siang bolong. Setelah itu di luar masjid sekelompok jemaat berkumpul untuk berduka dan bersimpati.

"In bukanlah Amerika sebenarnya," kata warga Khairul Islam kepada Daily News. "Kami menyalahkan Donald Trump untuk ini ... Trump dan dramanya telah menciptakan Islamophobia."

Saksi mata mengatakan kedua orang itu berjalan bersama-sama ketika seorang pria bersenjata pistol berjalan ke arah mereka dan melepaskan tembakan. Penembak digambarkan sebagai "tinggi dan berkulit gelap, membawa pistol besar, dan mengenakan kemeja biru tua dan celana pendek."
"Orang itu itu sungguh keterlaluan, menembak orang di kepala di siang bolong,"kata Millat Uddin, 25 tahun warga di lingkungan sekitar pada Daily News. "Membunuh orang secara brutal, seperti mereka ini binatang."

Kedua orang itu dilarikan ke Rumah Sakit Jamaika di mana satu dinyatakan meninggal.
"Ini kejahatan rasial," kata salah satu penduduk. |RawStory|Daily News|

back to top