Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Wanita ini melahirkan di saat badai siklon berkekuatan 220 mph

Wanita ini melahirkan di saat badai siklon berkekuatan 220 mph

Pasifik-KoPi| Seorang wanita telah menceritakan kisah yang luar biasa ketika badai siklon berkekuatan 220mph saat ia berlindung di sebuah pondok kayu yang rapuh. Marishan Magelan mempertaruhkan nyawa saat kelahiran anak pertama,  Angelina dengan ketar-ketir memegang dinding gubuk selama badai terjadi.

Magelan, wanita hebat yang tinggal di desa Imaiyo di Vanuatu di Pasifik Selatan, mengatakan dia tidak bisa percaya ketika kontraksi nya mulai pada saat yang sama badai Topan Pam datang pada 14 Maret lalu.

salah satu orang yang membantu kelahiran sempat khawatir saat Magelan melahirkan Angelina saat badai 220mph. Badai yang mampu merobek desa rumahnya di Imaiyo di negara pulau Pasifik Selatan Vanuatu.

saat terjadinya badai, ratusan orang berkumpul bersama-sama untuk berlindung di dua bangunan beton Imaiyo ini, klinik dan perpustakaan sekolah. Namun Magelan tidak bisa berkumpul karena kondisi hamil tua.

Sebaliknya, dia berlindung di sebuah "rumah kastorm aman" - sebuah gubuk yang dibuat cukup kuat untuk menahan badai - dan terpaksa membawa anak bayinya ke situasi siklon terbesar dalam sejarah di kawasan itu, yang menghancurkan sekelilingnya.

"Saya sangat takut, aku menghendaki diriku untuk tidak melahirkan, meskipun rasa sakit yang mengerikan saat itu. Aku berlindung di rumah aman dengan sekitar dua puluh desa lainnya. Badai itu lebih buruk daripada yang pernah kami alami”, kata Magelan.

Magelan menuturkan dirinya dibantu dengan tetangga yang luar biasa. Serta beberapa wanita yang menghiburnya.

"Saya akhirnya melahirkan putri saya pada hari Minggu pagi. Aku sangat lelah setelah cobaan tapi sangat senang bahwa bayi Angelina masih hidup. Kami telah berhasil melewati”, tuturnya.

Enam belas orang tewas dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal akibat Topan Pam, yang tecatat badai tropis paling parah. |mirror.co.uk|Winda Efanur FS|

back to top