Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Wanita ini melahirkan di saat badai siklon berkekuatan 220 mph

Wanita ini melahirkan di saat badai siklon berkekuatan 220 mph

Pasifik-KoPi| Seorang wanita telah menceritakan kisah yang luar biasa ketika badai siklon berkekuatan 220mph saat ia berlindung di sebuah pondok kayu yang rapuh. Marishan Magelan mempertaruhkan nyawa saat kelahiran anak pertama,  Angelina dengan ketar-ketir memegang dinding gubuk selama badai terjadi.

Magelan, wanita hebat yang tinggal di desa Imaiyo di Vanuatu di Pasifik Selatan, mengatakan dia tidak bisa percaya ketika kontraksi nya mulai pada saat yang sama badai Topan Pam datang pada 14 Maret lalu.

salah satu orang yang membantu kelahiran sempat khawatir saat Magelan melahirkan Angelina saat badai 220mph. Badai yang mampu merobek desa rumahnya di Imaiyo di negara pulau Pasifik Selatan Vanuatu.

saat terjadinya badai, ratusan orang berkumpul bersama-sama untuk berlindung di dua bangunan beton Imaiyo ini, klinik dan perpustakaan sekolah. Namun Magelan tidak bisa berkumpul karena kondisi hamil tua.

Sebaliknya, dia berlindung di sebuah "rumah kastorm aman" - sebuah gubuk yang dibuat cukup kuat untuk menahan badai - dan terpaksa membawa anak bayinya ke situasi siklon terbesar dalam sejarah di kawasan itu, yang menghancurkan sekelilingnya.

"Saya sangat takut, aku menghendaki diriku untuk tidak melahirkan, meskipun rasa sakit yang mengerikan saat itu. Aku berlindung di rumah aman dengan sekitar dua puluh desa lainnya. Badai itu lebih buruk daripada yang pernah kami alami”, kata Magelan.

Magelan menuturkan dirinya dibantu dengan tetangga yang luar biasa. Serta beberapa wanita yang menghiburnya.

"Saya akhirnya melahirkan putri saya pada hari Minggu pagi. Aku sangat lelah setelah cobaan tapi sangat senang bahwa bayi Angelina masih hidup. Kami telah berhasil melewati”, tuturnya.

Enam belas orang tewas dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal akibat Topan Pam, yang tecatat badai tropis paling parah. |mirror.co.uk|Winda Efanur FS|

back to top