Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Untuk hidup, perempuan Saudi dorong kursi roda di Makkah

Untuk hidup, perempuan Saudi dorong kursi roda di Makkah

Saudi-KoPi, Walaupun lelah karena puasa dan panas, perempuan-perempuan Saudi tetap bekerja di Masjidil Haram Makkah dengan mendorong perempuan-perempuan yang cacat yang duduk di kursi roda untuk melakukan inbadah haji umrah.

Uang yang didapat dari membantu para penyandang cacat untuk melakukan ibadah tersebut menyelamatkan mereka dari meminta-minta, media Alsharq mengatakan.

Salah satunya ialah Umm Muhammad Al-Shareed dan 12 anaknya yang ditinggal oleh suaminya. Dia mengajak anak perempuannya yang paling tua yang sudah berumur 17 tahun untuk bisa mendapatkan penghasilan agar keluarganya terhindar dari kelaparan.

“Saya seorang wanita tua dan saya tidak bisa bekerja yang berat-berat. Saya datang ke makkah bersama anak saya setiap hari untuk menjaga dia dan membantunya. Kami bekerja dengan kursi roda ini untuk membantu perempuan penyandang cacat dalam melakukan umrah. Walaupun kami harus bekerja dengan susah payah, uang yang halal itu lebih baik dari pada meminta-minta atau melakukan hal yang dilarang oleh agama (haram),” tuturnya.

Perempuan tua tersebut menikah beberapa tahun yang lalu namun suaminya menceraikannya. Dia tidak mau membantu istrinya dan anak-anaknya dan dia tidak punya pilihan, dia harus mencari pekerjaan agar dia bisa menghidupi dirinya dan anak-anaknya.

(Fahrurrazi)
Sumber: al-Arabiya News

back to top