Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Universitas Oxford menyingkirkan lukisan Aung San Suu Kyi

Potret Aung San Suu Kyi dilukis oleh Chen Yanning. Foto: Kampus Chen Yanning / St Hugh, Universitas Oxford Potret Aung San Suu Kyi dilukis oleh Chen Yanning. Foto: Kampus Chen Yanning / St Hugh, Universitas Oxford

KoPi| Universitas Oxford tempat Aung San Suu Kyi pernah belajar politik membuat keputusan untukmenyingkirkan potretnya . Keputusan diambil menyusul kritikan internasional terhadap perannya di dalam krisis kemanusiaan di di Myanmar.

Badan pengelola perguruan tinggi St Hugh memutuskan menyingkirkan lukisan peraih Nobel dari pintu masuk utama pada hari Kamis lalu, beberapa hari sebelum dimulainya masa kuliah mahasiswa baru.

Pada tahun 2012 Aung San Suu Kyi medapatkan gelar doktor kehormatan dari Universitas Oxford, dan mengadakan pesta ulang tahun ke 67 di kampus tempat dia belajar politik, filsafat dan ekonomi antara tahun 1964 dan 1967.

Aung San Suu Kyi dinilai telah menjadi pembantai umat Muslim atau suku Roghingya di Myanmar dalam beberapa tahun ini. Perannya menciderai kehormatannya menerima hadiah Nobel perdamain. (The Guardian)

back to top