Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Universitas Oxford menyingkirkan lukisan Aung San Suu Kyi

Potret Aung San Suu Kyi dilukis oleh Chen Yanning. Foto: Kampus Chen Yanning / St Hugh, Universitas Oxford Potret Aung San Suu Kyi dilukis oleh Chen Yanning. Foto: Kampus Chen Yanning / St Hugh, Universitas Oxford

KoPi| Universitas Oxford tempat Aung San Suu Kyi pernah belajar politik membuat keputusan untukmenyingkirkan potretnya . Keputusan diambil menyusul kritikan internasional terhadap perannya di dalam krisis kemanusiaan di di Myanmar.

Badan pengelola perguruan tinggi St Hugh memutuskan menyingkirkan lukisan peraih Nobel dari pintu masuk utama pada hari Kamis lalu, beberapa hari sebelum dimulainya masa kuliah mahasiswa baru.

Pada tahun 2012 Aung San Suu Kyi medapatkan gelar doktor kehormatan dari Universitas Oxford, dan mengadakan pesta ulang tahun ke 67 di kampus tempat dia belajar politik, filsafat dan ekonomi antara tahun 1964 dan 1967.

Aung San Suu Kyi dinilai telah menjadi pembantai umat Muslim atau suku Roghingya di Myanmar dalam beberapa tahun ini. Perannya menciderai kehormatannya menerima hadiah Nobel perdamain. (The Guardian)

back to top