Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Turki dan Jerman prihatin atas hukuman mati di Mesir

Turki dan Jerman prihatin atas hukuman mati di Mesir

Istanbul-KoPi, Beberapa demonstran Turki masuk ke konsulat Mesir di Istanbul pada hari Senin malam (28/4) ketika ratusan dari mereka memprotes keputusan pengadilan Mesir sebelumnya untuk menghukum mati kepada 683 orang pendukung Ikhwanul Muslimin.

Seorang saksi mata mengatakan lebih dari 1.000 demonstran melakukan protes di depan konsulat.Lima dari mereka ada yang memanjat dinding bangunan dan dua melompat ke halaman konsulat. Mereka ditahan oleh penjaga keamanan.

 

Beberapa pengunjuk rasa lain melempar batu ke konsulat, sementara polisi Turki tidak melakukan intervensi apapun, menurut saksi mata.

 

Protes itu diselenggarakan oleh Platform of Solidarity, yang terdiri dari orang-orang Mesir dan berbagai organisasi non-pemerintah Turki.

 

Sebelumnya pada hari itu, pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman mati kepada 683 orang pendukung Ikhwanul Muslimin, termasuk pemimpin utamanya Mohamed Badie, karena telah menyerang dan membunuh polisi di kota Al-Adwa di provinsi Minya tahun lalu.

 

Turki dan Jerman pada Senin menyatakan keprihatinan atas hukuman mati tersebut.

 

"Saya melihat hukuman tersebut seperti kerusakan besar bagi masa depan negara. Mesir membutuhkan stabilitas. Saya harap hokum tersebut tidak akan dipaksakan dan para tersangka akan dibebaskan," kata Presiden Turki Abdullah Gul dalam konferensi pers atas kunjungan presiden Jerman Joachim Gauck di ibukota Ankara.

 

Gauck mengatakan bahwa Jerman menolak hukuman mati, dan memberikan catatan bahwa mereka sangat prihatin atas aturan pengadilan di Mesir. 

 

(Fahrurrazi)

Sumber: Xinhuanet

back to top