Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Turki dan Jerman prihatin atas hukuman mati di Mesir

Turki dan Jerman prihatin atas hukuman mati di Mesir

Istanbul-KoPi, Beberapa demonstran Turki masuk ke konsulat Mesir di Istanbul pada hari Senin malam (28/4) ketika ratusan dari mereka memprotes keputusan pengadilan Mesir sebelumnya untuk menghukum mati kepada 683 orang pendukung Ikhwanul Muslimin.

Seorang saksi mata mengatakan lebih dari 1.000 demonstran melakukan protes di depan konsulat.Lima dari mereka ada yang memanjat dinding bangunan dan dua melompat ke halaman konsulat. Mereka ditahan oleh penjaga keamanan.

 

Beberapa pengunjuk rasa lain melempar batu ke konsulat, sementara polisi Turki tidak melakukan intervensi apapun, menurut saksi mata.

 

Protes itu diselenggarakan oleh Platform of Solidarity, yang terdiri dari orang-orang Mesir dan berbagai organisasi non-pemerintah Turki.

 

Sebelumnya pada hari itu, pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman mati kepada 683 orang pendukung Ikhwanul Muslimin, termasuk pemimpin utamanya Mohamed Badie, karena telah menyerang dan membunuh polisi di kota Al-Adwa di provinsi Minya tahun lalu.

 

Turki dan Jerman pada Senin menyatakan keprihatinan atas hukuman mati tersebut.

 

"Saya melihat hukuman tersebut seperti kerusakan besar bagi masa depan negara. Mesir membutuhkan stabilitas. Saya harap hokum tersebut tidak akan dipaksakan dan para tersangka akan dibebaskan," kata Presiden Turki Abdullah Gul dalam konferensi pers atas kunjungan presiden Jerman Joachim Gauck di ibukota Ankara.

 

Gauck mengatakan bahwa Jerman menolak hukuman mati, dan memberikan catatan bahwa mereka sangat prihatin atas aturan pengadilan di Mesir. 

 

(Fahrurrazi)

Sumber: Xinhuanet

back to top