Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Turki dan Jerman prihatin atas hukuman mati di Mesir

Turki dan Jerman prihatin atas hukuman mati di Mesir

Istanbul-KoPi, Beberapa demonstran Turki masuk ke konsulat Mesir di Istanbul pada hari Senin malam (28/4) ketika ratusan dari mereka memprotes keputusan pengadilan Mesir sebelumnya untuk menghukum mati kepada 683 orang pendukung Ikhwanul Muslimin.

Seorang saksi mata mengatakan lebih dari 1.000 demonstran melakukan protes di depan konsulat.Lima dari mereka ada yang memanjat dinding bangunan dan dua melompat ke halaman konsulat. Mereka ditahan oleh penjaga keamanan.

 

Beberapa pengunjuk rasa lain melempar batu ke konsulat, sementara polisi Turki tidak melakukan intervensi apapun, menurut saksi mata.

 

Protes itu diselenggarakan oleh Platform of Solidarity, yang terdiri dari orang-orang Mesir dan berbagai organisasi non-pemerintah Turki.

 

Sebelumnya pada hari itu, pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman mati kepada 683 orang pendukung Ikhwanul Muslimin, termasuk pemimpin utamanya Mohamed Badie, karena telah menyerang dan membunuh polisi di kota Al-Adwa di provinsi Minya tahun lalu.

 

Turki dan Jerman pada Senin menyatakan keprihatinan atas hukuman mati tersebut.

 

"Saya melihat hukuman tersebut seperti kerusakan besar bagi masa depan negara. Mesir membutuhkan stabilitas. Saya harap hokum tersebut tidak akan dipaksakan dan para tersangka akan dibebaskan," kata Presiden Turki Abdullah Gul dalam konferensi pers atas kunjungan presiden Jerman Joachim Gauck di ibukota Ankara.

 

Gauck mengatakan bahwa Jerman menolak hukuman mati, dan memberikan catatan bahwa mereka sangat prihatin atas aturan pengadilan di Mesir. 

 

(Fahrurrazi)

Sumber: Xinhuanet

back to top