Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

'Kado' Natal, masjid dirusak dan Al Quran dibakar di Prancis

http://tribune.com.pk/ http://tribune.com.pk/

Prancis -KoPi| Kerusuhan mewarnai malam perayaan Natal di Prancis. Sekelompok massa merusak dan membakar AL Quran. Insiden terjadi di Kota Ajaccio, Kepulauan Corsica, Prancis. Sekitar 150-an massa memadati areal balaikota pada saat Natal.

Aksi brutal terjadi lantaran terjadi pengroyokan dua orang petugas pemadam kebakaran dan seorang polisi oleh anak muda dari distrik imigran. Sontak warga kota Ajaccio berunjuk rasa menuntut agar para pengroyok ditangkap.
Dalam aksinya massa memuntahkan amarah dengan meneriakan kalimat rasis seperti "Orang Arab enyah dari Prancis!" atau "Prancis rumah kami, bukan rumah kalian."

Laporan kantor berita setempat ratusan orang tanpa dikomando memasuki perkampungan Arab. Massa merusak salah satu masjid di tempat tersebut. Beberapa properti masjid dihancurkan seperti kaca dipecah, dan pintu dijebol.
"Lima puluh Al Quran dibakar dan dibuang ke jalanan," kata Pejabat Pemkot Ajaccio, Francois Lalanne.

Sementara Pemerintah Prancis mengecam tindakan warga Ajaccio yang main hakim sendiri. Padahal belum jelas siapa sebetulnya pengeroyok para polisi dan pemadam kebakaran yang menjadi pemicu insiden ini. "Perusakan ini tidak bisa diterima," kata Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls. |http://tribune.com.pk/|Winda Efanur FS|

back to top