Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Tiongkok melarang film bertema homoseksual

Tiongkok melarang film bertema homoseksual

Beijing-KoPi| Pemerintah Tiongkok bersikap tegas dengan menghapus pemutaran dari situs daring Tiongkok yang bertema homoseksualitas atau gay.

Sebelumnya Addiction, serial remaja dengan kisah percintaan dua remaja putra telah diputar sebanyak 12 episode. "Addiction", serial 15 episode tentang kisah cinta dua remaja pria, tidak dapat ditayangkan di aplikasi video pada telepon pintar Xiaomi menurut hasil pencarian kantor berita AFP.

Drama yang mulai tayang akhir Januari dan telah ditayangkan 12 episode tidak lagi dapat ditonton dari sejumlah situs seperti, w.qq.com dan iqiyi.com pada Senin menurut "Global Times", yang dekat dengan People's Daily, corong Partai Komunis.

"Tidak ada alasan. Itu hasil dari lingkungan lebih luas," kata penulis dan produser serial yang menggunakan nama samaran Chaijidan seperti dikutip ifeng.com pada Selasa.

Pihak berwenang Komunis mempertahankan kontrol ketat terhadap penyiaran, media cetak dan daring, sementara membatasi akses ke situs-situs luar negeri dengan jaringan kendali besar yang dijuluki The Great Firewall of China.

Tiongkok hanya melegalkan homoseksualitas pada 1997, namun perilaku konservatif masih marak dan diskriminasi masih umum meski toleransi lebih besar di sejumlah kota besar.

Kantor Urusan Pers, Publikasi, Radio, Film dan Televisi Beijing (State Administration of Press, Publication, Radio, Film and Television/SAPPRFT) yang berkuasa tidah pernah mengeluarkan daftar tentang apa yang dapat atau tidak dapat disinggung.

Namun gambaran negatif dari politik kontemporer seringkali dilarang, karena isinya mungkin dianggap "tidak sehat" secara moral dan menyatakan bahwa pihak berwenang percaya akan dapat menyebabkan kekacauan sosial. |AFP|

back to top