Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Tiga siswi melarikan di ke Suriah, diduga bergabung ISIS

Tiga siswi melarikan di ke Suriah, diduga bergabung ISIS

KoPi|Tiga siswi Shamima Begum (15), Kadiza Sultana (16) dan Amira (15) melarikan diri ke Suriah. Mereka masing-masing berasal dari Turki dan Inggris. Adanya kelemahan dalam sistem pemeriksaan paspor di perbatasan membuat mereka lolos ke Suriah.

Pihak angkatan darat Inggris dan pihak maskapai Turkish Airlines gagal mempertanyakan gadis-gadis di bawah umur ini hendak pergi ke mana. Sebelumnya seorang gadis berumur 15 tahun asal London pernah sendirian ke Turki pada bulan Desember lalu melanjutkan perjalanannya ke Suriah.

Mantan kepala Angkatan perbatasan Brodie Lark mengatakan ada kesengajaan serius dalam keamanan perbatasan,terutama dalam pemeriksaan paspor.
Gadis-gadis itu menumpang pesawat Turkish Airlines TK 1966 tujuan ke Istambul. Namun pada pukul 18.40 terlihat di kota Suriah Tal Abyad sabtu lalu, terlihat mereka di dalam sebuah mobil dengan seorang laki-laki.

Ayah Amira Husen (47) beserta keluarganya tidak bisa berhenti menangis. Ia mengatakan sebelumnya tidak merasa curiga sama sekali terhadap putrinya.
Sedangkan Shamima meminta izin kepada ibunya, bahwa dia ada kelas ekstarakulikuler di sekolahnya.
Tuduhan mengikuti ISIS terdeteksi dari aktivitas Shamima menjadi follower ISIS melalui twitter yang bernama UMM Waqqas. Diduga yang membujuk mereka adalah mantan siswi public schoolgirl Aqsa Mahmood (20) untuk pergi ke Suriah.|Mirror.co.uk|MNC|

back to top