Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Tiga siswi melarikan di ke Suriah, diduga bergabung ISIS

Tiga siswi melarikan di ke Suriah, diduga bergabung ISIS

KoPi|Tiga siswi Shamima Begum (15), Kadiza Sultana (16) dan Amira (15) melarikan diri ke Suriah. Mereka masing-masing berasal dari Turki dan Inggris. Adanya kelemahan dalam sistem pemeriksaan paspor di perbatasan membuat mereka lolos ke Suriah.

Pihak angkatan darat Inggris dan pihak maskapai Turkish Airlines gagal mempertanyakan gadis-gadis di bawah umur ini hendak pergi ke mana. Sebelumnya seorang gadis berumur 15 tahun asal London pernah sendirian ke Turki pada bulan Desember lalu melanjutkan perjalanannya ke Suriah.

Mantan kepala Angkatan perbatasan Brodie Lark mengatakan ada kesengajaan serius dalam keamanan perbatasan,terutama dalam pemeriksaan paspor.
Gadis-gadis itu menumpang pesawat Turkish Airlines TK 1966 tujuan ke Istambul. Namun pada pukul 18.40 terlihat di kota Suriah Tal Abyad sabtu lalu, terlihat mereka di dalam sebuah mobil dengan seorang laki-laki.

Ayah Amira Husen (47) beserta keluarganya tidak bisa berhenti menangis. Ia mengatakan sebelumnya tidak merasa curiga sama sekali terhadap putrinya.
Sedangkan Shamima meminta izin kepada ibunya, bahwa dia ada kelas ekstarakulikuler di sekolahnya.
Tuduhan mengikuti ISIS terdeteksi dari aktivitas Shamima menjadi follower ISIS melalui twitter yang bernama UMM Waqqas. Diduga yang membujuk mereka adalah mantan siswi public schoolgirl Aqsa Mahmood (20) untuk pergi ke Suriah.|Mirror.co.uk|MNC|

back to top