Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Ternyata ibu gemuk, berpeluang melahirkan bayi jumbo

Ternyata ibu gemuk, berpeluang melahirkan bayi jumbo

KoPi|Ibu yang mengalami kegemukan sebelum hamil, dan sangat gemuk saat hamil, kemungkinan akan mewariskan ke anaknya saat usia 7 tahun.

Penelitian yang dilakukan sejak 1998-2013 mengambil sampel di Negara Afrika dan Amerika.

penelitian itu dilakukan pada seorang ibu yang hidup dilingkungan berpenghasilan rendah di kota New York.

Ahli gizi dari universitas Columbia, Elizabeth Widen mengatakan “Kita sebenarnya keterbatasan bukti keterkaitan antara kenaikan berat badan kehamilan dengan kesehatan anak di lingkungan berpenghasilan rendah di perkotaan, kami berusaha untuk mengevaluasi kenaikan berat badan masa hamil bisa berhubungan dengan ukuran kecil  dan obesitas anak” .

Andrea Deierlein dari Icahn School of Medicine di Rumah Sakit Mount Sinai menyebutkan pada sebuah email bahwa ada "banyak resiko yang terkait dengan obesitas -. Anak-anak obesitas lebih cenderung menjadi gemuk saat masa remaja dan dewasa"

Deierlein, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mencatat di masa dewasa, resiko obesitas mengarah ke diabetes tipe 2, hipertensi dan gangguan tidur.

Penelitian juga menunjukkan ibu dengan kelebihan berat badan memiliki  kemungkinan melahirkan bayi jumbo daripada bayi normal, dan bayi-bayi  tersebut beresiko tinggi  mengalami obesitas.

Di U.S. Institute of Medicine (IOM) menyarankan wanita dengan berat badan normal untuk memperoleh 25-35 kilogram selama kehamilan, sementara wanita kelebihan berat badan harus memperoleh 15-25 kg dan wanita obesitas harus memperoleh hanya 11-20 kg. |foxnews.com|Muhima|

back to top