Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Terkurung dan terlantar di perkampungan kumuh Ebola

Terkurung dan terlantar di perkampungan kumuh Ebola
West Point-KoPi- Merasa terkurung dan terlantar ketika di negara sendiri merupakan keadaan yang sedang dirasakan oleh warga West Point, sebuah perkampungan kumuh di Monrovia, ibukota Liberia.

Pasukan keamanan Liberia telah memberlakukan karantina di West Point. Dengan menggunakan potongan kayu dan kawat berduri mereka mengurung kurang lebih 50.000 orang yang belum pasti semua terinveksi virus Ebola.

Upaya karantina tersebut merupakan salah satu bentuk usaha pemerintah dalam menahan penyebaran virus Ebola yang kini telah menewaskan setidaknya 1.350 orang terhitung diseluruh Afrika Barat. 

Ratusan warga kumuh menjadi marah dan bentrok dengan pasukan bersenjata karena merasa disalahkan, dikucilkan, dan dirampas haknya oleh pemerintah yang dianggap telah gagal menangani warganya yang terkena virus Ebola. 

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan jumlah korban tewas meningkat paling cepat di Liberia, yang kini menyumbang setidaknya 576 korban dari jumlah kematian yang ada. 

Sebuah pendataan baru memberitahukan, sebanyak 2.473 orang telah terjangkit virus Ebola di Afrika Barat. 

Badan kesehatan PBB (WHO) juga memberitahukan adanya kekurangan makanan, air, dan bahan kebutuhan pokok lainnya di West Point.

Irfan. R

Sumber : news.com

back to top