Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Terbongkar sudah misteri, Evolusi mamalia Darwin

Terbongkar sudah misteri, Evolusi mamalia Darwin

Washington –KoPi|Pada abad ke-19 naturalis Inggris Charles Darwin menemukan binatang aneh.  Satu diantaranya menyerupai badak dan hewan pengerat dan satu lagi menyerupai unta dengan belalai gajah.

Awalnya sejak Darwin menemukan fosilnya sekitar 180 tahun yang lalu, para ilmuwan bingung tentang  binatang aneh ini. Binatang ini diduga berada di Amerika Selatan yang telah punah 10.000 tahun yang lalu. namun kebingungan ilmuwan sudah terjawab.

Pada Rabu lalu ilmuwan mengumumkan berdasarkan analisis biokimia. Teknologi canggih itu mengambil sampel kolagen tulang dari fosil dua mamalia, Toxodon dan Macrauchenia. Hasilnya menunjukkan mereka termasuk kuda, tapir dan badak.

"Kami telah berhasil mengungkap misteri besar dari evolusi mamalia: asal-usul ungulates asli Amerika Selatan," kata ahli biologi evolusi molekuler Ian Barnes dari Natural History Museum London, yang penelitiannya muncul di jurnal Nature.

Dia juga menjelaskan Toxodon memiliki tinggi sekitar 9 kaki (2,75 meter). Tubuhnya seperti badak, kepala seperti kuda nil dan geraham yang terus tumbuh seperti hewan pengerat. Sedangkan Macrauchenia, memiliki kaki panjang, dan leher panjang.

"Awal dari pemikiran evolusi Darwin tentang seleksi alam, muncul dari kebingungan asal-usul dari dari Toxodon dan Macrauchenia. Bentuk mereka menyerupai species lain pada umumnya. Tetapi untungnya sudah terungkap," kata paleomammalogist Ross MacPhee dari American Museum New York of Natural History.

Para ilmuwan awalnya mengambil sampel  DNA dari fosil namun gagal. Akhirnya mereka mengambil sisa-sisa kolagen untuk diteliti dalam laboratorium. Kolagen adalah protein struktural utama dalam berbagai jenis jaringan, termasuk tulang dan kulit.

Para ilmuwan membandingkan kolagen berbagai mahluk hidup dan mamalia yang punah. 

MacPhee mengatakan kelompok ini kemungkinan besar masuk Amerika Selatan dari Amerika Utara pada waktu dinosaurus musnah 65 juta tahun yang lalu. pada situasi bencana yang memungkinkan mamalia untuk menjadi hewan darat yang dominan bumi.| newsdaily.com |Winda Efanur FS|

 

back to top