Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Terbongkar sudah misteri, Evolusi mamalia Darwin

Terbongkar sudah misteri, Evolusi mamalia Darwin

Washington –KoPi|Pada abad ke-19 naturalis Inggris Charles Darwin menemukan binatang aneh.  Satu diantaranya menyerupai badak dan hewan pengerat dan satu lagi menyerupai unta dengan belalai gajah.

Awalnya sejak Darwin menemukan fosilnya sekitar 180 tahun yang lalu, para ilmuwan bingung tentang  binatang aneh ini. Binatang ini diduga berada di Amerika Selatan yang telah punah 10.000 tahun yang lalu. namun kebingungan ilmuwan sudah terjawab.

Pada Rabu lalu ilmuwan mengumumkan berdasarkan analisis biokimia. Teknologi canggih itu mengambil sampel kolagen tulang dari fosil dua mamalia, Toxodon dan Macrauchenia. Hasilnya menunjukkan mereka termasuk kuda, tapir dan badak.

"Kami telah berhasil mengungkap misteri besar dari evolusi mamalia: asal-usul ungulates asli Amerika Selatan," kata ahli biologi evolusi molekuler Ian Barnes dari Natural History Museum London, yang penelitiannya muncul di jurnal Nature.

Dia juga menjelaskan Toxodon memiliki tinggi sekitar 9 kaki (2,75 meter). Tubuhnya seperti badak, kepala seperti kuda nil dan geraham yang terus tumbuh seperti hewan pengerat. Sedangkan Macrauchenia, memiliki kaki panjang, dan leher panjang.

"Awal dari pemikiran evolusi Darwin tentang seleksi alam, muncul dari kebingungan asal-usul dari dari Toxodon dan Macrauchenia. Bentuk mereka menyerupai species lain pada umumnya. Tetapi untungnya sudah terungkap," kata paleomammalogist Ross MacPhee dari American Museum New York of Natural History.

Para ilmuwan awalnya mengambil sampel  DNA dari fosil namun gagal. Akhirnya mereka mengambil sisa-sisa kolagen untuk diteliti dalam laboratorium. Kolagen adalah protein struktural utama dalam berbagai jenis jaringan, termasuk tulang dan kulit.

Para ilmuwan membandingkan kolagen berbagai mahluk hidup dan mamalia yang punah. 

MacPhee mengatakan kelompok ini kemungkinan besar masuk Amerika Selatan dari Amerika Utara pada waktu dinosaurus musnah 65 juta tahun yang lalu. pada situasi bencana yang memungkinkan mamalia untuk menjadi hewan darat yang dominan bumi.| newsdaily.com |Winda Efanur FS|

 

back to top