Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Terbongkar sudah misteri, Evolusi mamalia Darwin

Terbongkar sudah misteri, Evolusi mamalia Darwin

Washington –KoPi|Pada abad ke-19 naturalis Inggris Charles Darwin menemukan binatang aneh.  Satu diantaranya menyerupai badak dan hewan pengerat dan satu lagi menyerupai unta dengan belalai gajah.

Awalnya sejak Darwin menemukan fosilnya sekitar 180 tahun yang lalu, para ilmuwan bingung tentang  binatang aneh ini. Binatang ini diduga berada di Amerika Selatan yang telah punah 10.000 tahun yang lalu. namun kebingungan ilmuwan sudah terjawab.

Pada Rabu lalu ilmuwan mengumumkan berdasarkan analisis biokimia. Teknologi canggih itu mengambil sampel kolagen tulang dari fosil dua mamalia, Toxodon dan Macrauchenia. Hasilnya menunjukkan mereka termasuk kuda, tapir dan badak.

"Kami telah berhasil mengungkap misteri besar dari evolusi mamalia: asal-usul ungulates asli Amerika Selatan," kata ahli biologi evolusi molekuler Ian Barnes dari Natural History Museum London, yang penelitiannya muncul di jurnal Nature.

Dia juga menjelaskan Toxodon memiliki tinggi sekitar 9 kaki (2,75 meter). Tubuhnya seperti badak, kepala seperti kuda nil dan geraham yang terus tumbuh seperti hewan pengerat. Sedangkan Macrauchenia, memiliki kaki panjang, dan leher panjang.

"Awal dari pemikiran evolusi Darwin tentang seleksi alam, muncul dari kebingungan asal-usul dari dari Toxodon dan Macrauchenia. Bentuk mereka menyerupai species lain pada umumnya. Tetapi untungnya sudah terungkap," kata paleomammalogist Ross MacPhee dari American Museum New York of Natural History.

Para ilmuwan awalnya mengambil sampel  DNA dari fosil namun gagal. Akhirnya mereka mengambil sisa-sisa kolagen untuk diteliti dalam laboratorium. Kolagen adalah protein struktural utama dalam berbagai jenis jaringan, termasuk tulang dan kulit.

Para ilmuwan membandingkan kolagen berbagai mahluk hidup dan mamalia yang punah. 

MacPhee mengatakan kelompok ini kemungkinan besar masuk Amerika Selatan dari Amerika Utara pada waktu dinosaurus musnah 65 juta tahun yang lalu. pada situasi bencana yang memungkinkan mamalia untuk menjadi hewan darat yang dominan bumi.| newsdaily.com |Winda Efanur FS|

 

back to top