Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Tahun 2100, penggunaan energi dari fosil dihentikan di seluruh dunia

BBC news BBC news

KoPi- Sebuah panel internasional antar pemerintah yang didukung oleh PBB, merekomendasikan tahun 2100 bumi harus bebas dari penggunaan energi berasal dari fosil.

Laporan IPCC yang diterbitkan di Konpenhagen, Ahad, 3 November 2014 mendorong agar negara-negara menggunakan sumber energi listrik dari sumber rendah karbon pada tahun 2050.

Jika tidak, dunia akan mengahdapi situasi kerusakkan yang parah dan permanen. PBB memandang tindakan preventif akan lebih murah biayanya.

Panel yang terdiri dari para ilmuwan dan kalangan pemerintah ini bermaksud memberikan informasi bagi para politisi untuk membangun perjanjian global 2015.

Menurut laporan yang dilansir dari BBCnews, pengurangan emisi sangat penting mengingat pemanasan global serta perubahan iklim yang sudah diambang berbahaya sejak 2009.

Untuk itu energi terbarukan harus tumbuh dari saham 30% ditingkatkan hingga 80% untuk sektor listrik di tahun 2050.
Dalam jangka panjang, penggunaan pembangkit listrik yang berbahan bakar fosil dan tanpa teknologi CCS harus dihapus seluruhnya pada tahun 2100.

-Suci Wulandari

back to top