Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Statistik Rusia: Membunuh 471 warga sipil Suriah sepanjang Januari

Statistik Rusia: Membunuh 471 warga sipil Suriah sepanjang Januari

KoPi| Lembaga pemantau Hak Asasi Manusia (HAM) Suriah, Syrian Observatory For Human Rights (SOHR), melaporkan bahwa Rusia menjadi pembunuh terbanyak warga sipil Suriah dalam serangan udara sepanjang Januari 2016, mengalahkan jumlah korban angkatan udara Basyar al-Assad.

Menurut data SOHR, berbagai pengeboman Rusia telah membunuh hampir 500 warga sipil, dimana 200 di antaranya adalah wanita dan anak-anak.

Secara rinci SOHR mendokumentasikan kematian sebanyak 471 warga sipil, di antaranya terdapat 127 korban anak-anak dan 56 orang wanita. Jumlah ini diperoleh hanya selama bulan Januari 2016 saja, atau tepatnya hingga tanggal 27 Januari. Para korban sipil terbunuh akibat serangan udara Rusia menyebar di provinsi Suriah yang berbeda-beda, termasuk wilayah ISIS. Secara rata-rata militer Moskow membunuh 17-18 warga sipil tiap hari.

Sedangkan dalam kurun waktu sama, serangan udara yang dilancarkan militer rezim Assad juga membunuh 211 warga sipil, termasuk di antaranya 30 anak-anak dan 20 wanita.

SOHR yang berdiri tahun 2006 dan berbasis di London ini dipimpin oleh Rami Abdul Rahman, merupakan salah satu lembaga pemantau statistik korban perang Suriah paling lengkap, memiliki jaringan kontributor di seluruh Suriah dan mencatat korban jiwa hingga ke asal keluarganya.

Jatuhnya hampir 700 warga sipil di tangan Rusia dan Assad akibat serangan udara terjadi di tengah isu "perundingan damai" yang disponsori PBB pada 29 Januari nanti (diundur dari sebelumnya 25 Januari).

Selain korban jiwa, peningkatan besar-besaran serangan udara Rusia ke wilayah oposisi juga membuat banjir pengungsi ke perbatasan Turki, bahkan terjadi sejak awal operasi militer Vladimir Putin ke Suriah. |SOHR/MMS)|Risalah|

back to top