Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Si jadul yang kembali nge-hits

Si jadul yang kembali nge-hits

KoPi, Pas di saku, baterai yang tahan hingga satu minggu dan hampir tak bisa rusak, itulah gambaran dari produk-produk lama Nokia, Ericsson dan Motorola. Kini, produk-produk keluaran lama tersebut kembali lagi setelah para konsumen bosan dengan berbagai macam telepon pintar yang ringkih.

Lupakan sederet aplikasi yang canggih seperti video call dan ikon-ikon muka, ponsel seperti Nokia 3310 atau Motorola StarTec 130 hanya memiliki aplikasi dasar yakni layanan pesan pendek dan panggilan telepon. Namun, kini permintaan untuk kedua jenis ponsel jadul ini dan sejenisnya kian melambung dan harganya bisa mencapai 1000 euro (setara dengan 1500 dollar) untuk setiap unitnya.


“Beberapa orang tak silau dengan harganya, kami punya model ponsel yang harganya bahkan lebih dari 1000 euro. Harga yang tinggi ini karena tingkat kesulitan menemukan model-model ponsel tersebut yang diproduksi dengan jumlah terbatas kala itu,” papar Djassem Haddad, pemilik situs vintagemobile.fr.


Menurutnya, model ponsel yang paling banyak dicari lewat website adalah Nokia 8210, dengan layar monochrome yang tipis dan tombol plastik yang dijual dengan harga 90 dollar. Ironisnya, tren ini baru saja mulai saat industry telekomunikasi sudah membuang perangkat pelengkap ponsel-ponsel tersebut ke tempat sampah, dan mulai mengedarkan telepon pintar sebagai gantinya.


Sebagai contohnya, perusahaan raksasa asal Finlandia, Nokia, yang merupakan perusahaan mobile phone terbesar sebelum kemunculan Apple iPhone dan Samsung Galaxy, sudah menyerahkan divisi perangkat pelengkap ponsel buatan mereka kepada Microsoft tahun ini untuk menguasai peredaran telepon pintar.


Meskipun begitu, mungkin ini memang sudah menjadi pergantian yang tak dapat dirubah lagi terhadap penggunaan telepon pintar yang pada akhirnya membuat ponsel model lama menjadi semakin naik lagi eksistensinya.


(Ana Puspita)
Sumber: News.com.au

 
 

back to top