Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Serangan udara AS menargetkan John Sang Jihadis ISIS

Serangan udara AS menargetkan John Sang Jihadis ISIS

KoPi| Amerika Serikat melakukan serangan udara di Suriah dengan target Mohammed Emwazi, anggota ISIS dan warga Inggris yang dikenal sebagai "John Sang Jihadis". Emwazi diyakini bertanggung jawab atas pemenggalan beberapa sandera yang tampak dalam beberapa video propaganda yang sadis.

Pihak Pentagon sendiri masih menyelidiki kepastian kematian Emwazi pada Kamis malam,12 November 2015.

"Pasukan AS melakukan serangan udara di Raqqa, Suriah, pada 12 November 2015 dan menargetkan Mohamed Emwazi, yang dikenal sebagai "John Sang Jihadis", "kata Sekretaris Pers Pentagon, Peter Cook.

"Emwazi, warga negara Inggris, ikut terlibat dalam pembuatan beberapa video yang memperlihatkan pembunuhan wartawan AS Steven Sotloff dan James Foley, sukarelawan AS Abdul - Rahman [ Peter ] Kassig, sukarelawan Inggris David Haines dan Alan Henning, wartawan Jepang Kenji Goto, dan sejumlah sandera lainnya.

"Kami sedang memeriksa hasil operasi malam ini dan akan memberikan informasi secukupnya. "

Associated Press mengutip perkataan seorang pejabat AS yang tidak mau disebutkan namanya bahwa pesawat tak berawak mencari target sasaran yang diyakini adalah Emwazi.

Diane Foley, ibu James Foley, mengatakan kepada ABC News bahwa Emwazi harus mati dalam serangan itu. "Itu akan sangat membuat kami lega".

"Upaya besar yang dilakukan untuk menangkap orang itu membuat kami kesal karena mereka tidak dapat menyelamatkan para sandera ketika para sandera Amerika tersebut masih hidup, "katanya.

Emwazi lahir di Kuwait pada tahun 1988 dan datang ke Inggris pada tahun 1994 ketika ia berusia enam tahun.

Orang tuanya melaporkannya hilang pada bulan Agustus tahun 2013 dan dicari oleh polisi, empat bulan kemudian ada kabar bahwa ia di Suriah .

Pada bulan Agustus 2014, Emwazi muncul untuk pertama kalinya dalam video Islam State yang menampilkan pemenggalan Foley. Dalam bulan-bulan berikutnya ia tampil dalam film-film propaganda yang sama yang menampilkan pembunuhan Sotloff, Haines, dan Henning.

Pada bulan November 2014, Emwazi diyakini telah melakukan pembunuhan seorang perwira militer Suriah. Dia diambil gambarnya saat sedang berdiri di atas kepala Kassig yang telah terpenggal, dan dua bulan kemudian muncul dalam sebuah video pembunuhan Goto.|AP|Ganisa Kurniasih|

back to top