Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Serangan udara AS menargetkan John Sang Jihadis ISIS

Serangan udara AS menargetkan John Sang Jihadis ISIS

KoPi| Amerika Serikat melakukan serangan udara di Suriah dengan target Mohammed Emwazi, anggota ISIS dan warga Inggris yang dikenal sebagai "John Sang Jihadis". Emwazi diyakini bertanggung jawab atas pemenggalan beberapa sandera yang tampak dalam beberapa video propaganda yang sadis.

Pihak Pentagon sendiri masih menyelidiki kepastian kematian Emwazi pada Kamis malam,12 November 2015.

"Pasukan AS melakukan serangan udara di Raqqa, Suriah, pada 12 November 2015 dan menargetkan Mohamed Emwazi, yang dikenal sebagai "John Sang Jihadis", "kata Sekretaris Pers Pentagon, Peter Cook.

"Emwazi, warga negara Inggris, ikut terlibat dalam pembuatan beberapa video yang memperlihatkan pembunuhan wartawan AS Steven Sotloff dan James Foley, sukarelawan AS Abdul - Rahman [ Peter ] Kassig, sukarelawan Inggris David Haines dan Alan Henning, wartawan Jepang Kenji Goto, dan sejumlah sandera lainnya.

"Kami sedang memeriksa hasil operasi malam ini dan akan memberikan informasi secukupnya. "

Associated Press mengutip perkataan seorang pejabat AS yang tidak mau disebutkan namanya bahwa pesawat tak berawak mencari target sasaran yang diyakini adalah Emwazi.

Diane Foley, ibu James Foley, mengatakan kepada ABC News bahwa Emwazi harus mati dalam serangan itu. "Itu akan sangat membuat kami lega".

"Upaya besar yang dilakukan untuk menangkap orang itu membuat kami kesal karena mereka tidak dapat menyelamatkan para sandera ketika para sandera Amerika tersebut masih hidup, "katanya.

Emwazi lahir di Kuwait pada tahun 1988 dan datang ke Inggris pada tahun 1994 ketika ia berusia enam tahun.

Orang tuanya melaporkannya hilang pada bulan Agustus tahun 2013 dan dicari oleh polisi, empat bulan kemudian ada kabar bahwa ia di Suriah .

Pada bulan Agustus 2014, Emwazi muncul untuk pertama kalinya dalam video Islam State yang menampilkan pemenggalan Foley. Dalam bulan-bulan berikutnya ia tampil dalam film-film propaganda yang sama yang menampilkan pembunuhan Sotloff, Haines, dan Henning.

Pada bulan November 2014, Emwazi diyakini telah melakukan pembunuhan seorang perwira militer Suriah. Dia diambil gambarnya saat sedang berdiri di atas kepala Kassig yang telah terpenggal, dan dua bulan kemudian muncul dalam sebuah video pembunuhan Goto.|AP|Ganisa Kurniasih|

back to top