Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Serangan udara AS menargetkan John Sang Jihadis ISIS

Serangan udara AS menargetkan John Sang Jihadis ISIS

KoPi| Amerika Serikat melakukan serangan udara di Suriah dengan target Mohammed Emwazi, anggota ISIS dan warga Inggris yang dikenal sebagai "John Sang Jihadis". Emwazi diyakini bertanggung jawab atas pemenggalan beberapa sandera yang tampak dalam beberapa video propaganda yang sadis.

Pihak Pentagon sendiri masih menyelidiki kepastian kematian Emwazi pada Kamis malam,12 November 2015.

"Pasukan AS melakukan serangan udara di Raqqa, Suriah, pada 12 November 2015 dan menargetkan Mohamed Emwazi, yang dikenal sebagai "John Sang Jihadis", "kata Sekretaris Pers Pentagon, Peter Cook.

"Emwazi, warga negara Inggris, ikut terlibat dalam pembuatan beberapa video yang memperlihatkan pembunuhan wartawan AS Steven Sotloff dan James Foley, sukarelawan AS Abdul - Rahman [ Peter ] Kassig, sukarelawan Inggris David Haines dan Alan Henning, wartawan Jepang Kenji Goto, dan sejumlah sandera lainnya.

"Kami sedang memeriksa hasil operasi malam ini dan akan memberikan informasi secukupnya. "

Associated Press mengutip perkataan seorang pejabat AS yang tidak mau disebutkan namanya bahwa pesawat tak berawak mencari target sasaran yang diyakini adalah Emwazi.

Diane Foley, ibu James Foley, mengatakan kepada ABC News bahwa Emwazi harus mati dalam serangan itu. "Itu akan sangat membuat kami lega".

"Upaya besar yang dilakukan untuk menangkap orang itu membuat kami kesal karena mereka tidak dapat menyelamatkan para sandera ketika para sandera Amerika tersebut masih hidup, "katanya.

Emwazi lahir di Kuwait pada tahun 1988 dan datang ke Inggris pada tahun 1994 ketika ia berusia enam tahun.

Orang tuanya melaporkannya hilang pada bulan Agustus tahun 2013 dan dicari oleh polisi, empat bulan kemudian ada kabar bahwa ia di Suriah .

Pada bulan Agustus 2014, Emwazi muncul untuk pertama kalinya dalam video Islam State yang menampilkan pemenggalan Foley. Dalam bulan-bulan berikutnya ia tampil dalam film-film propaganda yang sama yang menampilkan pembunuhan Sotloff, Haines, dan Henning.

Pada bulan November 2014, Emwazi diyakini telah melakukan pembunuhan seorang perwira militer Suriah. Dia diambil gambarnya saat sedang berdiri di atas kepala Kassig yang telah terpenggal, dan dua bulan kemudian muncul dalam sebuah video pembunuhan Goto.|AP|Ganisa Kurniasih|

back to top