Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Serangan terhadap wanita muslimah Inggris meningkat

Serangan terhadap wanita muslimah Inggris meningkat

Inggris-KoPi, Serangan oleh islamophobia terhadap muslimah di Inggris meningkat, dimana setiap harinya selalu ada 2 serangan terhadap mereka, harian Inggris The Observer melaporkan pada hari Sabtu (28/6).

Statistik baru yang baru diterbitkan mengenai serangan oleh anti-muslim, yang telah disusun dalam 9 bulan setelah pembunuhan prajurit Inggris Lee Rigby pada 2013 oleh ekstrimis, dan beberapa hari kemudian mahasiswa Saudi Nahid al-Manea ditikam sampai mati di sebuah taman di Essex.

Dalam penelitiannya pada islamophobia, akademisi di sebuah universitas Inggris mempelajari panggilan hotline di Tell Mama, yang mencatat kejahatan islamophobia. Akademisi di Teeside University menemukan rata-rata ada dua insiden penyerangan setiap harinya selama periode tersebut.

Lebih dari separuh serangan dilaporkan terjadi terhadap perempuan. Mereka sering menjadi sasaran karena mengenakan pakaian atribut yang islami, data tersebut menunjukkan.

Antara awal Mei 2013 hingga februari 2014, korban yang melapor ke hotline tersebut berjumlah 734 insiden. Angka tersebut kontras dengan data pemerintah yang mengatakan kejahatan rasis semakin menurun.

Kemudian, laporan tersebut menyatakan bahwa sejumlah besar insiden tersebut berkaitan dengan kelompok-kelompok seperti English Defense League, sebuah gerakan sayap kanan yang menentang penyebaran islam dan hukum syariah di Inggris.

Kelompok tersebut berasal dari kota Luton yang telah dianggap sebagai islamophobia.

(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya.net

back to top