Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Serangan terhadap wanita muslimah Inggris meningkat

Serangan terhadap wanita muslimah Inggris meningkat

Inggris-KoPi, Serangan oleh islamophobia terhadap muslimah di Inggris meningkat, dimana setiap harinya selalu ada 2 serangan terhadap mereka, harian Inggris The Observer melaporkan pada hari Sabtu (28/6).

Statistik baru yang baru diterbitkan mengenai serangan oleh anti-muslim, yang telah disusun dalam 9 bulan setelah pembunuhan prajurit Inggris Lee Rigby pada 2013 oleh ekstrimis, dan beberapa hari kemudian mahasiswa Saudi Nahid al-Manea ditikam sampai mati di sebuah taman di Essex.

Dalam penelitiannya pada islamophobia, akademisi di sebuah universitas Inggris mempelajari panggilan hotline di Tell Mama, yang mencatat kejahatan islamophobia. Akademisi di Teeside University menemukan rata-rata ada dua insiden penyerangan setiap harinya selama periode tersebut.

Lebih dari separuh serangan dilaporkan terjadi terhadap perempuan. Mereka sering menjadi sasaran karena mengenakan pakaian atribut yang islami, data tersebut menunjukkan.

Antara awal Mei 2013 hingga februari 2014, korban yang melapor ke hotline tersebut berjumlah 734 insiden. Angka tersebut kontras dengan data pemerintah yang mengatakan kejahatan rasis semakin menurun.

Kemudian, laporan tersebut menyatakan bahwa sejumlah besar insiden tersebut berkaitan dengan kelompok-kelompok seperti English Defense League, sebuah gerakan sayap kanan yang menentang penyebaran islam dan hukum syariah di Inggris.

Kelompok tersebut berasal dari kota Luton yang telah dianggap sebagai islamophobia.

(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya.net

back to top