Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Selundupkan contekan, orangtua di India panjat dinding sekolah

Selundupkan contekan, orangtua di India panjat dinding sekolah
KoPi | Kasus contek massal tampaknya bukan monopoli Indonesia saja. India juga menghadapi kesulitan serupa karena banyak orangtua berharap anaknya bisa menempuh pendidikan tinggi dan menjadi dokter. Saking berharapnya, 600 orangtua murid sampai menyelundupkan hasil contekan ke dalam kelas.
 

Insiden yang terjadi di Bihar, India, tersebut tersebar setelah sebuah stasiun televisi menayangkan cuplikan di mana orangtua dan teman-teman para murid memanjat dinding sekolah untuk memberikan kertas contekan. Para pejabat pendidikan dan guru yang mengawasi ujian juga menangkap basah ratusan murid yang memiliki kertas contekan.

“Sangat tidak mungkin melakukan pengawasan yang adil tanpa ada kerjasama dari orangtua murid,” ujar P.K. Shahi, Menteri Pendidikan Bihar. Pejabat departemen pendidikan di Bihar menyatakan sudah menempatkan polisi si sekolah-sekolah. Namun, menurut mereka tidak mudah menghalau para orangtua untuk tidak mendatangi tempat pelaksanaan ujian.

Sekretaris Dewan Pengawas Sekolah daerah Bihar mengatakan para murid yang ketahuan mencontek akan dilarang mengikuti ujian selama 3 tahun, dikenai denda, atau diancam penjara. 

Pada ujian nasional India kali ini, sebanyak 1,4 juta murid di seluruh India menjalani tes secara serentak. Mereka menghadapi tekanan dari orangtua karena harus lulus ujian agar bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

back to top