Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Selundupkan 1,9 ton gading ilegal, Tanzania tangkap 'Ratu Gading'

Selundupkan 1,9 ton gading ilegal, Tanzania tangkap 'Ratu Gading'
KoPi | Tanzania melakukan gebrakan terhadap upaya pemberantasan perdagangan gading ilegal dan menyelematkan gajah Afrika. Minggu lalu, negara tersebut melakukan serangkaian penangkapan terhadap beberapa orang yang diduga menjadi tokoh utama dalam perdagangan gading ilegal.
 

Salah satu yang ditangkap oleh unit Investigasi Kejahatan Serius Nasional dan Transnasional Tanzania adalah 'Ratu Gading' Yang Feng Glan. Yang, perempuan berkebangsaan China berusia 66 tahun tersebut diduga kerap menyelundupkan gading dari Afrika Timur ke Asia.

Pengadilan Tanzania menuduh Yang terlibat dalam penyelundupan 706 gading gajah dengan berat total 1,9 ton. Gading selundupan tersebut diperkirakan bernilai lebih dari 2,5 juta Dollar Amerika. Atas dakwaan tersebut, Yang dapat dikenai hukuman 30 tahun penjara.

Penangkapan atas Yang ini merupakan yang terbesar dalam upaya penghentian perburuan liar dan perdagangan gading ilegal. Elephant ActionLeague mencatat, Yang telah terlibat dalam perdagangan gading di Tanzania sejak 2006. Bisnis Yang tersebut melibatkan sejumlah pemburu liar, beberapa perusahaan China, dan beberapa kalangan jetset di China.

Selama berabad-abad, jutaan gajah dibantai demi gading mereka yang berharga. Gading tersebut digunakan untuk perhiasan, ornamen, pahatan, dan sumpit. Selama ini, China dikenal sebagai negara tujuan utama dalam perdagangan gading internasional. Banyak kalangan atas di China yang menganggap ornamen dan pahatan gading sebagai simbol status dan kekayaan.

Perdagangan gading internasional dianggap bertanggungjawab atas penurunan populasi gajah yang sangat drastis. Menurut National Geographic, pada tahun 1800-an, diperkirakan ada 26 juta ekor gajah di seluruh Afrika. Namun, pada tahun 2007, populasinya turun drastis hingga tinggal kurang dari setengah juta ekor.

Pada tahun 1989, Convention on International Trade in Endangered Species memasukkan gajah Afrika sebagai spesies terancam punah. Sejak saat itu, pelarangan perdagangan gading mulai berlaku di beberapa negara. Meski demikian, perburuan liar dan perdagangan gading ilegal masih berlangsung hingga sekarang. | Huffington Post

back to top