Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Selundupkan 1,9 ton gading ilegal, Tanzania tangkap 'Ratu Gading'

Selundupkan 1,9 ton gading ilegal, Tanzania tangkap 'Ratu Gading'
KoPi | Tanzania melakukan gebrakan terhadap upaya pemberantasan perdagangan gading ilegal dan menyelematkan gajah Afrika. Minggu lalu, negara tersebut melakukan serangkaian penangkapan terhadap beberapa orang yang diduga menjadi tokoh utama dalam perdagangan gading ilegal.
 

Salah satu yang ditangkap oleh unit Investigasi Kejahatan Serius Nasional dan Transnasional Tanzania adalah 'Ratu Gading' Yang Feng Glan. Yang, perempuan berkebangsaan China berusia 66 tahun tersebut diduga kerap menyelundupkan gading dari Afrika Timur ke Asia.

Pengadilan Tanzania menuduh Yang terlibat dalam penyelundupan 706 gading gajah dengan berat total 1,9 ton. Gading selundupan tersebut diperkirakan bernilai lebih dari 2,5 juta Dollar Amerika. Atas dakwaan tersebut, Yang dapat dikenai hukuman 30 tahun penjara.

Penangkapan atas Yang ini merupakan yang terbesar dalam upaya penghentian perburuan liar dan perdagangan gading ilegal. Elephant ActionLeague mencatat, Yang telah terlibat dalam perdagangan gading di Tanzania sejak 2006. Bisnis Yang tersebut melibatkan sejumlah pemburu liar, beberapa perusahaan China, dan beberapa kalangan jetset di China.

Selama berabad-abad, jutaan gajah dibantai demi gading mereka yang berharga. Gading tersebut digunakan untuk perhiasan, ornamen, pahatan, dan sumpit. Selama ini, China dikenal sebagai negara tujuan utama dalam perdagangan gading internasional. Banyak kalangan atas di China yang menganggap ornamen dan pahatan gading sebagai simbol status dan kekayaan.

Perdagangan gading internasional dianggap bertanggungjawab atas penurunan populasi gajah yang sangat drastis. Menurut National Geographic, pada tahun 1800-an, diperkirakan ada 26 juta ekor gajah di seluruh Afrika. Namun, pada tahun 2007, populasinya turun drastis hingga tinggal kurang dari setengah juta ekor.

Pada tahun 1989, Convention on International Trade in Endangered Species memasukkan gajah Afrika sebagai spesies terancam punah. Sejak saat itu, pelarangan perdagangan gading mulai berlaku di beberapa negara. Meski demikian, perburuan liar dan perdagangan gading ilegal masih berlangsung hingga sekarang. | Huffington Post

back to top