Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Selundupkan 1,9 ton gading ilegal, Tanzania tangkap 'Ratu Gading'

Selundupkan 1,9 ton gading ilegal, Tanzania tangkap 'Ratu Gading'
KoPi | Tanzania melakukan gebrakan terhadap upaya pemberantasan perdagangan gading ilegal dan menyelematkan gajah Afrika. Minggu lalu, negara tersebut melakukan serangkaian penangkapan terhadap beberapa orang yang diduga menjadi tokoh utama dalam perdagangan gading ilegal.
 

Salah satu yang ditangkap oleh unit Investigasi Kejahatan Serius Nasional dan Transnasional Tanzania adalah 'Ratu Gading' Yang Feng Glan. Yang, perempuan berkebangsaan China berusia 66 tahun tersebut diduga kerap menyelundupkan gading dari Afrika Timur ke Asia.

Pengadilan Tanzania menuduh Yang terlibat dalam penyelundupan 706 gading gajah dengan berat total 1,9 ton. Gading selundupan tersebut diperkirakan bernilai lebih dari 2,5 juta Dollar Amerika. Atas dakwaan tersebut, Yang dapat dikenai hukuman 30 tahun penjara.

Penangkapan atas Yang ini merupakan yang terbesar dalam upaya penghentian perburuan liar dan perdagangan gading ilegal. Elephant ActionLeague mencatat, Yang telah terlibat dalam perdagangan gading di Tanzania sejak 2006. Bisnis Yang tersebut melibatkan sejumlah pemburu liar, beberapa perusahaan China, dan beberapa kalangan jetset di China.

Selama berabad-abad, jutaan gajah dibantai demi gading mereka yang berharga. Gading tersebut digunakan untuk perhiasan, ornamen, pahatan, dan sumpit. Selama ini, China dikenal sebagai negara tujuan utama dalam perdagangan gading internasional. Banyak kalangan atas di China yang menganggap ornamen dan pahatan gading sebagai simbol status dan kekayaan.

Perdagangan gading internasional dianggap bertanggungjawab atas penurunan populasi gajah yang sangat drastis. Menurut National Geographic, pada tahun 1800-an, diperkirakan ada 26 juta ekor gajah di seluruh Afrika. Namun, pada tahun 2007, populasinya turun drastis hingga tinggal kurang dari setengah juta ekor.

Pada tahun 1989, Convention on International Trade in Endangered Species memasukkan gajah Afrika sebagai spesies terancam punah. Sejak saat itu, pelarangan perdagangan gading mulai berlaku di beberapa negara. Meski demikian, perburuan liar dan perdagangan gading ilegal masih berlangsung hingga sekarang. | Huffington Post

back to top