Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Selama setahun Saudi eksekusi mati 157 orang

Selama setahun Saudi eksekusi mati 157 orang

Dubai-KoPi| Selama tahun 2015 Saudi Arabia telah melaksanakan 157 kali eksekusi mati. Angka fantastis 157 merupakan tertinggi daripada tahun-tahun sebelumnya.

Kelompok hak asasi Amnesty International mengatakan pada bulan November setidaknya 63 orang dieksekusi karena kasus narkoba.jumlah tersebut naiki 40% dari tahun sebelumnya. Bahkan tertinggi dari eksekusi sejak tahun 1995, yang hanya 192 eksekusi. Namun kasus lain seperti pembunuhan berencana persentasinya masih di angka rata-rata.

Dalam laporan panjang yang diterbitkan pada bulan Agustus, Amnesty International mencatat kasus Lafi al-Shammari, nasional Saudi dengan tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya yang dieksekusi pada pertengahan tahun 2015 untuk perdagangan narkoba. Orang yang ditangkap dengan dia dan didakwa dengan pelanggaran yang sama menerima hukuman penjara 10 tahun, walaupun memiliki penangkapan sebelum berhubungan dengan perdagangan narkoba.

Sementara Delphine Lourtau, direktur riset di Cornell Law School Hukum menilai hukum syariah masih memilki kekurangan. Pengamanan hukuman mati begitu ketat terdakwa tidakmenapatkan perlindungan hukum positif.

Dia mengatakan kasus di Arab Saudi, terdakwa tidak disediakan pengacara. Selain itu banyak kasus Asia Selatan ditangkap karena perdagangan narkoba, mereka tidak disediakan penerjemah di sidang pengadilan. Apalagi untuk kasus kriminal internasional kental dengan nuansa politik.

“Ada pengaruh pejabat terhadap keputusan vonis mati aktivis Syiah,” papar Delphine. 

Profesor Hukum Emory dan Syariah, Abdullahi An-Naim mengatakan,"Ada kesenjangan antara apa Islam dan apa Islam sebagaimana yang dipahami oleh manusia,"katanya. "Syariah tidak pernah dimaksudkan untuk paksa diterapkan oleh negara."

Pengadilan syariah mirip dengan bagaimana Konstitusi AS, memuat peraturan hidup manusia secara umum. Yang termaktub dalam Al-Quran berfungsi sebagai landasan syariah.

“Setengah lainnya syariah adalah praktek hukum yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. Hampir apa pun menjadi interpretasi syariah dan tidak syariah sendiri,” kata An-Naim. |CBSnews.com| Winda Efanur FS|

back to top