Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Selama setahun Saudi eksekusi mati 157 orang

Selama setahun Saudi eksekusi mati 157 orang

Dubai-KoPi| Selama tahun 2015 Saudi Arabia telah melaksanakan 157 kali eksekusi mati. Angka fantastis 157 merupakan tertinggi daripada tahun-tahun sebelumnya.

Kelompok hak asasi Amnesty International mengatakan pada bulan November setidaknya 63 orang dieksekusi karena kasus narkoba.jumlah tersebut naiki 40% dari tahun sebelumnya. Bahkan tertinggi dari eksekusi sejak tahun 1995, yang hanya 192 eksekusi. Namun kasus lain seperti pembunuhan berencana persentasinya masih di angka rata-rata.

Dalam laporan panjang yang diterbitkan pada bulan Agustus, Amnesty International mencatat kasus Lafi al-Shammari, nasional Saudi dengan tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya yang dieksekusi pada pertengahan tahun 2015 untuk perdagangan narkoba. Orang yang ditangkap dengan dia dan didakwa dengan pelanggaran yang sama menerima hukuman penjara 10 tahun, walaupun memiliki penangkapan sebelum berhubungan dengan perdagangan narkoba.

Sementara Delphine Lourtau, direktur riset di Cornell Law School Hukum menilai hukum syariah masih memilki kekurangan. Pengamanan hukuman mati begitu ketat terdakwa tidakmenapatkan perlindungan hukum positif.

Dia mengatakan kasus di Arab Saudi, terdakwa tidak disediakan pengacara. Selain itu banyak kasus Asia Selatan ditangkap karena perdagangan narkoba, mereka tidak disediakan penerjemah di sidang pengadilan. Apalagi untuk kasus kriminal internasional kental dengan nuansa politik.

“Ada pengaruh pejabat terhadap keputusan vonis mati aktivis Syiah,” papar Delphine. 

Profesor Hukum Emory dan Syariah, Abdullahi An-Naim mengatakan,"Ada kesenjangan antara apa Islam dan apa Islam sebagaimana yang dipahami oleh manusia,"katanya. "Syariah tidak pernah dimaksudkan untuk paksa diterapkan oleh negara."

Pengadilan syariah mirip dengan bagaimana Konstitusi AS, memuat peraturan hidup manusia secara umum. Yang termaktub dalam Al-Quran berfungsi sebagai landasan syariah.

“Setengah lainnya syariah adalah praktek hukum yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. Hampir apa pun menjadi interpretasi syariah dan tidak syariah sendiri,” kata An-Naim. |CBSnews.com| Winda Efanur FS|

back to top