Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Selama setahun Saudi eksekusi mati 157 orang

Selama setahun Saudi eksekusi mati 157 orang

Dubai-KoPi| Selama tahun 2015 Saudi Arabia telah melaksanakan 157 kali eksekusi mati. Angka fantastis 157 merupakan tertinggi daripada tahun-tahun sebelumnya.

Kelompok hak asasi Amnesty International mengatakan pada bulan November setidaknya 63 orang dieksekusi karena kasus narkoba.jumlah tersebut naiki 40% dari tahun sebelumnya. Bahkan tertinggi dari eksekusi sejak tahun 1995, yang hanya 192 eksekusi. Namun kasus lain seperti pembunuhan berencana persentasinya masih di angka rata-rata.

Dalam laporan panjang yang diterbitkan pada bulan Agustus, Amnesty International mencatat kasus Lafi al-Shammari, nasional Saudi dengan tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya yang dieksekusi pada pertengahan tahun 2015 untuk perdagangan narkoba. Orang yang ditangkap dengan dia dan didakwa dengan pelanggaran yang sama menerima hukuman penjara 10 tahun, walaupun memiliki penangkapan sebelum berhubungan dengan perdagangan narkoba.

Sementara Delphine Lourtau, direktur riset di Cornell Law School Hukum menilai hukum syariah masih memilki kekurangan. Pengamanan hukuman mati begitu ketat terdakwa tidakmenapatkan perlindungan hukum positif.

Dia mengatakan kasus di Arab Saudi, terdakwa tidak disediakan pengacara. Selain itu banyak kasus Asia Selatan ditangkap karena perdagangan narkoba, mereka tidak disediakan penerjemah di sidang pengadilan. Apalagi untuk kasus kriminal internasional kental dengan nuansa politik.

“Ada pengaruh pejabat terhadap keputusan vonis mati aktivis Syiah,” papar Delphine. 

Profesor Hukum Emory dan Syariah, Abdullahi An-Naim mengatakan,"Ada kesenjangan antara apa Islam dan apa Islam sebagaimana yang dipahami oleh manusia,"katanya. "Syariah tidak pernah dimaksudkan untuk paksa diterapkan oleh negara."

Pengadilan syariah mirip dengan bagaimana Konstitusi AS, memuat peraturan hidup manusia secara umum. Yang termaktub dalam Al-Quran berfungsi sebagai landasan syariah.

“Setengah lainnya syariah adalah praktek hukum yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. Hampir apa pun menjadi interpretasi syariah dan tidak syariah sendiri,” kata An-Naim. |CBSnews.com| Winda Efanur FS|

back to top