Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Sedih desa kosong, Ayano ciptakan 'warga desa' baru

Sedih desa kosong, Ayano ciptakan 'warga desa' baru

Arus Urbanisasi telah mengosongkan sebuah desa kecil di Jepang. Karena tergiur modernisasi di kota mereka rela meninggalkan ladang dan sawahnya. Sebagai wujud kritikannya Tsukimi Ayano, menciptakan ‘warga baru’ di desa.

Jepang-KoPi|  Tsukimi Ayano tengah mengajar di sebuah kelas berisi boneka-boneka pada sekolah tertutup di dusun  Nagoro, Jepang.Berkat Ayano, desa kecil dan terisolasi mengalami ledakan penduduk tak terduga - tetapi bukan warga baru yang Anda harapkan.

Nagoro kini dipenuhi dengan orang-orangan seperti manusia. Ayano membuat mereka semua selama 13 tahun terakhir. Ayano pindah ke desa dan menetap di sana untuk merawat ibunya.

Dia awalnya mulai membuat mereka untuk menakut-nakuti binatang perusak tanaman. Tapi boneka telah menjadi bagian dari penduduk desa. Jumlah mereka melebihi penduduk desa yang ada.

Mereka berdiri di rumah-rumah, ladang, pohon, jalan-jalan, bahkan di halte bus yang penuh sesak - menunggu bus yang tidak akan pernah datang.



Nagoro, seperti banyak desa di pedesaan Jepang, telah menjadi desa ‘mati’ karena  penduduk berbondong-bondong ke kota untuk bekerja. Sedangkan para orang tua dan pensiunan ditinggal di desa.



Ayano yang berumur 65 tahun merupakan salah satu warga termuda di Nagoro.

"Di desa ini, hanya ada 35 orang," katanya. "Tapi ada 150 orangan sawah". Selama aku sehat saya berencana untuk terus membuat orang-orangan sawah," katanya. "Saya menikmatinya dan saya berharap orang-orang dapat menikmati mereka juga karena saya ingin membuat mereka bahkan lebih hidup, sehingga orang akan harus melihat dua kali dan berkata 'Oh itu bukan orang!', katanya. |Reuters.com |Winda Efanur FS|

back to top