Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Rusia klaim AS bohong tentang pendaratan di Bulan

Igor Komarov,   mantan Kolonel KGB sekarang Kepala Badan Antariksa Federal Rusia, Menuduh AS melakukan kebohongan selama 40 tahun tetang program ruang angkasanya Igor Komarov, mantan Kolonel KGB sekarang Kepala Badan Antariksa Federal Rusia, Menuduh AS melakukan kebohongan selama 40 tahun tetang program ruang angkasanya

Moskow-KoPi|  Badan Antariksa Federal Rusia (RFSA) minggu ini merilis  dokumen-dokumen rahasia yang membuktikan pendaratan di bulan oleh pihak AS tidak pernah terjadi, denikian laporan RIA Novosti 24 Februari 2015.

Kontroversial Pernyataan Dirjen RFSA, Igor Komarov, dimaksudkan untuk menjelaskan  Program Ruang Angkasa Amerika "yang telah menyebabkan dunia tertipu" menurut mantan Kolonel KGB yang akan meluncurkan Program Lunar baru Rusia.

"Bangsa Rusia akan memulai petualangan dan menjadi negara pertama yang pernah menginjakkan kaki di Bulan. Dunia harus tahu bahwa ini belum pernah dilakukan sebelumnya, bahwa ini tidak akan  seperti film Hollywood . Amerika telah berusaha menyembunyikan selama 40 tahun," jelasnya saat wawancara dengan RIA Novosti.

"Program  Ruang Angkasa Rusia akan menjadi upaya pertama dalam sejarah manusia untuk benar-benar mendaratkan manusia di Bulan" jelasnya.

"Ini sudah diketahui sejak tahun 1960-an di level atas KGB, bahwa pendaratan di Bulan tidak pernah terjadi, seperti yang juga dikenal pada waktu itu pelayaran Yuri Gagarin juga dipalsukan oleh pemerintah kita sendiri pada saat itu. Seperti halnya pemerintah pada waktu itu, tidak ada yang perlu malu dengan kemampuan teknis yang tidak ada pada saat itu. "

Berlawanan dengan kepercayaan umum, menurutnya tidak ada persaingan Rusia untuk mengalahkan Amerika ke Bulan pada 1960-an. Pejabat Rusia sangat menyadari bahwa prestasi itu tidak mungkin dengan sarana teknologi waktu itu, klaim Direktur Jenderal RFSA yang berharap misi berawak pertama mendarat di Bulan sebelum 2020.

Menurut NASA, 1972, misi Apollo 17  menyatakan melakukan pendaratan pertama di Bulan  bersama awak manusia.| Wawancara Dimitri Kovalev dari RIA Novosti pada 23 Februari 2015

back to top