Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Rusia klaim AS bohong tentang pendaratan di Bulan

Igor Komarov,   mantan Kolonel KGB sekarang Kepala Badan Antariksa Federal Rusia, Menuduh AS melakukan kebohongan selama 40 tahun tetang program ruang angkasanya Igor Komarov, mantan Kolonel KGB sekarang Kepala Badan Antariksa Federal Rusia, Menuduh AS melakukan kebohongan selama 40 tahun tetang program ruang angkasanya

Moskow-KoPi|  Badan Antariksa Federal Rusia (RFSA) minggu ini merilis  dokumen-dokumen rahasia yang membuktikan pendaratan di bulan oleh pihak AS tidak pernah terjadi, denikian laporan RIA Novosti 24 Februari 2015.

Kontroversial Pernyataan Dirjen RFSA, Igor Komarov, dimaksudkan untuk menjelaskan  Program Ruang Angkasa Amerika "yang telah menyebabkan dunia tertipu" menurut mantan Kolonel KGB yang akan meluncurkan Program Lunar baru Rusia.

"Bangsa Rusia akan memulai petualangan dan menjadi negara pertama yang pernah menginjakkan kaki di Bulan. Dunia harus tahu bahwa ini belum pernah dilakukan sebelumnya, bahwa ini tidak akan  seperti film Hollywood . Amerika telah berusaha menyembunyikan selama 40 tahun," jelasnya saat wawancara dengan RIA Novosti.

"Program  Ruang Angkasa Rusia akan menjadi upaya pertama dalam sejarah manusia untuk benar-benar mendaratkan manusia di Bulan" jelasnya.

"Ini sudah diketahui sejak tahun 1960-an di level atas KGB, bahwa pendaratan di Bulan tidak pernah terjadi, seperti yang juga dikenal pada waktu itu pelayaran Yuri Gagarin juga dipalsukan oleh pemerintah kita sendiri pada saat itu. Seperti halnya pemerintah pada waktu itu, tidak ada yang perlu malu dengan kemampuan teknis yang tidak ada pada saat itu. "

Berlawanan dengan kepercayaan umum, menurutnya tidak ada persaingan Rusia untuk mengalahkan Amerika ke Bulan pada 1960-an. Pejabat Rusia sangat menyadari bahwa prestasi itu tidak mungkin dengan sarana teknologi waktu itu, klaim Direktur Jenderal RFSA yang berharap misi berawak pertama mendarat di Bulan sebelum 2020.

Menurut NASA, 1972, misi Apollo 17  menyatakan melakukan pendaratan pertama di Bulan  bersama awak manusia.| Wawancara Dimitri Kovalev dari RIA Novosti pada 23 Februari 2015

back to top