Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Rusia klaim AS bohong tentang pendaratan di Bulan

Igor Komarov,   mantan Kolonel KGB sekarang Kepala Badan Antariksa Federal Rusia, Menuduh AS melakukan kebohongan selama 40 tahun tetang program ruang angkasanya Igor Komarov, mantan Kolonel KGB sekarang Kepala Badan Antariksa Federal Rusia, Menuduh AS melakukan kebohongan selama 40 tahun tetang program ruang angkasanya

Moskow-KoPi|  Badan Antariksa Federal Rusia (RFSA) minggu ini merilis  dokumen-dokumen rahasia yang membuktikan pendaratan di bulan oleh pihak AS tidak pernah terjadi, denikian laporan RIA Novosti 24 Februari 2015.

Kontroversial Pernyataan Dirjen RFSA, Igor Komarov, dimaksudkan untuk menjelaskan  Program Ruang Angkasa Amerika "yang telah menyebabkan dunia tertipu" menurut mantan Kolonel KGB yang akan meluncurkan Program Lunar baru Rusia.

"Bangsa Rusia akan memulai petualangan dan menjadi negara pertama yang pernah menginjakkan kaki di Bulan. Dunia harus tahu bahwa ini belum pernah dilakukan sebelumnya, bahwa ini tidak akan  seperti film Hollywood . Amerika telah berusaha menyembunyikan selama 40 tahun," jelasnya saat wawancara dengan RIA Novosti.

"Program  Ruang Angkasa Rusia akan menjadi upaya pertama dalam sejarah manusia untuk benar-benar mendaratkan manusia di Bulan" jelasnya.

"Ini sudah diketahui sejak tahun 1960-an di level atas KGB, bahwa pendaratan di Bulan tidak pernah terjadi, seperti yang juga dikenal pada waktu itu pelayaran Yuri Gagarin juga dipalsukan oleh pemerintah kita sendiri pada saat itu. Seperti halnya pemerintah pada waktu itu, tidak ada yang perlu malu dengan kemampuan teknis yang tidak ada pada saat itu. "

Berlawanan dengan kepercayaan umum, menurutnya tidak ada persaingan Rusia untuk mengalahkan Amerika ke Bulan pada 1960-an. Pejabat Rusia sangat menyadari bahwa prestasi itu tidak mungkin dengan sarana teknologi waktu itu, klaim Direktur Jenderal RFSA yang berharap misi berawak pertama mendarat di Bulan sebelum 2020.

Menurut NASA, 1972, misi Apollo 17  menyatakan melakukan pendaratan pertama di Bulan  bersama awak manusia.| Wawancara Dimitri Kovalev dari RIA Novosti pada 23 Februari 2015

back to top