Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Ribuan Pejuang Asing Serbu Suriah, Amerika Tak Berdaya

Ribuan Pejuang Asing Serbu Suriah, Amerika Tak Berdaya
KoPi | Intelijen Amerika menyebutkan ribuan pejuang asing dari berbagai negara telah masuk ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan ISIS. Amerika mengestimasikan jumlah mereka mencapai 20.000 orang, 3.400 orang di antaranya berasal dari negara-negara Barat.
 

Pihak intelijen Amerika mengetahui setidaknya ada 150 orang warga negaranya yang mencoba dan berhasil mencapai Suriah. Beberapa orang ditangkap ketika mencoba mencapai Suriah, sebagian tewas di medan pertempuran, dan sebagian lain masih bertempur untuk pihak ISIS.

Kepala National Counterterrorism Center Amerika, Nick Rasmussen mengatakan jumlah pejuang asing yang masuk ke Suriah jauh lebih banyak dibandingkan saat perang di Afghanistan, Irak, Somalia, dan Pakistan. Pejabat Amerika khawatir beberapa pejuang tersebut akan kembali ke negara mereka tanpa terdeteksi dan melakukan serangan teror di Eropa atau Amerika.

Pihak Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika mengaku mereka tidak bisa memprediksi ancaman dari dalam negeri secara spesifik. Namun mereka mengkhawatirkan warga Amerika yang kembali dari Suriah memperoleh kemampuan bertempur dan koneksi dengan ekstremis. Ada kemungkinan mereka akan melakukan serangan individu yang menarget kepentingan Amerika dan Barat, seperti yang terjadi pada Charlie Hebdo.

Para pejabat di Amerika mengakui mereka kesulitan mendeteksi warga Amerika atau negara-negara Eropa yang berhasil masuk ke Suriah saat menjadi medan pertempuran antara pemerintahan Bashar Assad dan kelompok oposisi, termasuk ISIS. Kedutaan besar Amerika di Suriah telah ditutup dan CIA tidak memiliki kontak tetap di sana. | The Huffington Post

 

back to top