Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Ribuan Pejuang Asing Serbu Suriah, Amerika Tak Berdaya

Ribuan Pejuang Asing Serbu Suriah, Amerika Tak Berdaya
KoPi | Intelijen Amerika menyebutkan ribuan pejuang asing dari berbagai negara telah masuk ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan ISIS. Amerika mengestimasikan jumlah mereka mencapai 20.000 orang, 3.400 orang di antaranya berasal dari negara-negara Barat.
 

Pihak intelijen Amerika mengetahui setidaknya ada 150 orang warga negaranya yang mencoba dan berhasil mencapai Suriah. Beberapa orang ditangkap ketika mencoba mencapai Suriah, sebagian tewas di medan pertempuran, dan sebagian lain masih bertempur untuk pihak ISIS.

Kepala National Counterterrorism Center Amerika, Nick Rasmussen mengatakan jumlah pejuang asing yang masuk ke Suriah jauh lebih banyak dibandingkan saat perang di Afghanistan, Irak, Somalia, dan Pakistan. Pejabat Amerika khawatir beberapa pejuang tersebut akan kembali ke negara mereka tanpa terdeteksi dan melakukan serangan teror di Eropa atau Amerika.

Pihak Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika mengaku mereka tidak bisa memprediksi ancaman dari dalam negeri secara spesifik. Namun mereka mengkhawatirkan warga Amerika yang kembali dari Suriah memperoleh kemampuan bertempur dan koneksi dengan ekstremis. Ada kemungkinan mereka akan melakukan serangan individu yang menarget kepentingan Amerika dan Barat, seperti yang terjadi pada Charlie Hebdo.

Para pejabat di Amerika mengakui mereka kesulitan mendeteksi warga Amerika atau negara-negara Eropa yang berhasil masuk ke Suriah saat menjadi medan pertempuran antara pemerintahan Bashar Assad dan kelompok oposisi, termasuk ISIS. Kedutaan besar Amerika di Suriah telah ditutup dan CIA tidak memiliki kontak tetap di sana. | The Huffington Post

 

back to top