Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Ribuan Pejuang Asing Serbu Suriah, Amerika Tak Berdaya

Ribuan Pejuang Asing Serbu Suriah, Amerika Tak Berdaya
KoPi | Intelijen Amerika menyebutkan ribuan pejuang asing dari berbagai negara telah masuk ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan ISIS. Amerika mengestimasikan jumlah mereka mencapai 20.000 orang, 3.400 orang di antaranya berasal dari negara-negara Barat.
 

Pihak intelijen Amerika mengetahui setidaknya ada 150 orang warga negaranya yang mencoba dan berhasil mencapai Suriah. Beberapa orang ditangkap ketika mencoba mencapai Suriah, sebagian tewas di medan pertempuran, dan sebagian lain masih bertempur untuk pihak ISIS.

Kepala National Counterterrorism Center Amerika, Nick Rasmussen mengatakan jumlah pejuang asing yang masuk ke Suriah jauh lebih banyak dibandingkan saat perang di Afghanistan, Irak, Somalia, dan Pakistan. Pejabat Amerika khawatir beberapa pejuang tersebut akan kembali ke negara mereka tanpa terdeteksi dan melakukan serangan teror di Eropa atau Amerika.

Pihak Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika mengaku mereka tidak bisa memprediksi ancaman dari dalam negeri secara spesifik. Namun mereka mengkhawatirkan warga Amerika yang kembali dari Suriah memperoleh kemampuan bertempur dan koneksi dengan ekstremis. Ada kemungkinan mereka akan melakukan serangan individu yang menarget kepentingan Amerika dan Barat, seperti yang terjadi pada Charlie Hebdo.

Para pejabat di Amerika mengakui mereka kesulitan mendeteksi warga Amerika atau negara-negara Eropa yang berhasil masuk ke Suriah saat menjadi medan pertempuran antara pemerintahan Bashar Assad dan kelompok oposisi, termasuk ISIS. Kedutaan besar Amerika di Suriah telah ditutup dan CIA tidak memiliki kontak tetap di sana. | The Huffington Post

 

back to top