Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Resep mengatasai penyakit lupa

Resep mengatasai penyakit lupa

Amerika-KoPi, Jika anda adalah orang yang mudah lupa, berita ini bisa jadi penolong jika anda berkenan untuk mencobanya. Caranya amat mudah, cukup dengan menggunakan pena dan membuat catatan tangan.

Science Daily menggambarkan studi yang dilakukan Princeton University, “Pena Versus Keyboard”. Studi ini dilakukan dengan dilengkapi serangkaian tes untuk melihat metode manakah yang lebih menyerap informasi.

Sebanyak 65 mahasiswa diberi TED Talk untuk dilihat serta diberi laptop atau pena dan kertas untuk membuat catatan. Setelah itu, mereka harus mengerjakan pertanyaan-pertanyaan konseptual dan faktual berdasarkan kuliah yang diberikan.

Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa catatan-catatan dari pengguna laptop mengandung lebih banyak kata dan huruf dibanding kuliah yang diberikan sementara catatan tangan berupa “tulisan tak beraturan”. Dengan menghindari mengkopi sama persis dengan kuliah yang disampaikan, catatan yang ditulis dengan tangan merekam informasi yang lebih tepat dan ringkas.

Agar hasilnya lebih dapat dipercaya, satu minggu kemudian para peserta diberi kesempatan untuk melihat kembali catatan mereka sebelum mereka menjalani tes ingat yang lain. Dan hasilnya sama: mereka yang membuat catatan berdasarkan kata per kata yang persis dengan yang disampaikan mendapat nilai yang lebih rendah pada saat menjawab pertanyaan konseptual.


(Ana Puspita)
Sumber: News.com.au
 
 

back to top