Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Resep mengatasai penyakit lupa

Resep mengatasai penyakit lupa

Amerika-KoPi, Jika anda adalah orang yang mudah lupa, berita ini bisa jadi penolong jika anda berkenan untuk mencobanya. Caranya amat mudah, cukup dengan menggunakan pena dan membuat catatan tangan.

Science Daily menggambarkan studi yang dilakukan Princeton University, “Pena Versus Keyboard”. Studi ini dilakukan dengan dilengkapi serangkaian tes untuk melihat metode manakah yang lebih menyerap informasi.

Sebanyak 65 mahasiswa diberi TED Talk untuk dilihat serta diberi laptop atau pena dan kertas untuk membuat catatan. Setelah itu, mereka harus mengerjakan pertanyaan-pertanyaan konseptual dan faktual berdasarkan kuliah yang diberikan.

Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa catatan-catatan dari pengguna laptop mengandung lebih banyak kata dan huruf dibanding kuliah yang diberikan sementara catatan tangan berupa “tulisan tak beraturan”. Dengan menghindari mengkopi sama persis dengan kuliah yang disampaikan, catatan yang ditulis dengan tangan merekam informasi yang lebih tepat dan ringkas.

Agar hasilnya lebih dapat dipercaya, satu minggu kemudian para peserta diberi kesempatan untuk melihat kembali catatan mereka sebelum mereka menjalani tes ingat yang lain. Dan hasilnya sama: mereka yang membuat catatan berdasarkan kata per kata yang persis dengan yang disampaikan mendapat nilai yang lebih rendah pada saat menjawab pertanyaan konseptual.


(Ana Puspita)
Sumber: News.com.au
 
 

back to top