Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Ratusan warga Taiwan tuntut pelegalan LGBT

Ratusan warga Taiwan tuntut pelegalan LGBT

Taiwan-KoPi| Ratusan pendukung LGBT Taiwan turun ke jalan sebagai protes pekan lalu, mendesak pemerintah Taiwan untuk melegalkan pernikahan sesama jenis.

Para pengunjuk rasa berkumpul di depan markas besar Kuomintang (KMT) dan melemparkan balon air berwarna pelangi ke gedung KMT. Selain di KMT mereka juga mendatangi kantor Partai Progresif Demokratik (DPP), salah satu partai oposisi terbesar.

Menurut laporan, desakan pelegalan pernikahan sesama jenis semakin bertambah sejak awal kemunculan permohonan pada Oktober 2013 lalu.

Namun karena terkendala sistem parlementer di Taiwan aspirasi mereka terhambat. Jika tuntutan ini gagal sebelum tenggang waktu Februari tahun depan, kemungkinan mereka akan mengadakan aksi besar-besaran.

Meskipun Taiwan mengklaim sebagai salah satu masyarakat yang paling liberal di Asia, namun opini publik yang bergulir terpecah pada dua opini antara yang mendukung dan menolaknya.
Pada tahun 2013, saluran TV kabel Taiwan TVBS melakukan jajak pendapat dengan sampel 1.377 orang tentang pendapat pernikahan sesama jenis.

Hasilnya hampir seimbang, persentase dukungan dan oposisi yang relatif sama. Sebanyak 45 persen menentang sementara 40 persen mendukung pernikahan sesama jenis. | shanghaiist.com|Winda Efanur FS|

back to top