Logo
Print this page

Rafah membuka pintu harapan bagi Palestina

Rafah membuka pintu harapan bagi Palestina

Rafah, Perbatasan Gaza-Mesir-KoPi, Warga Palestina mencoba lari dari gempuran Israel, tapi hanya dibatasi bagi mereka yang terluka parah dan memegang paspor Mesir.

Setelah hampir sebulan ditutup, Mesir membuka pintu utama Gaza kepada dunia luar, tapi hanya dibatasi bagi pasien yang membutuhkan perawatan medis dan orang-orang yang luka serius akibat gempuran Israel dimana sekarang sudah memasuki hari ke-4.

Menteri Dalam Negeri Gaza mengumumkan bahwa warga Palestina yang memegang paspor Mesir bisa meninggalkan Palestina melalui Rafah.

Tapi ratusan warga Palestina buru-buru ke Rafah pada hari Kamis (10/7), termasuk juga orang yang tidak diizinkan masuk. Polisi Palestina menutup beberapa pintu yang terbuat dari besi untuk mengontrol warga Palestina yang hendak keluar dan mempermudah ambulan yang membawa pasien.

Di pintu tersebut, para wanita, anak-anak dan laki-laki berteriak kepada petugas keamanan pintu, mencoba memasukkan dirinya melalui celah pintu yang tidak ditutup rapat.

Khaled al-Shaer, direktur Penyebrangan Rafah Palestina, mengatakan bahwa dia tidak tahu berapa lama pintu tersebut masih akan dibuka.

Menteri Dalam Negeri Gaza mengatakan bahwa hanya 11 orang Palestina yang luka-luka keluar dari Gaza melewati penyebrangan Rafah pada hari Kamis.

(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Jazeera News

© 2016 www.koranopini.com (PT Proyeksi Indonesia Grup). All rights reserved.