Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Rafah membuka pintu harapan bagi Palestina

Rafah membuka pintu harapan bagi Palestina

Rafah, Perbatasan Gaza-Mesir-KoPi, Warga Palestina mencoba lari dari gempuran Israel, tapi hanya dibatasi bagi mereka yang terluka parah dan memegang paspor Mesir.

Setelah hampir sebulan ditutup, Mesir membuka pintu utama Gaza kepada dunia luar, tapi hanya dibatasi bagi pasien yang membutuhkan perawatan medis dan orang-orang yang luka serius akibat gempuran Israel dimana sekarang sudah memasuki hari ke-4.

Menteri Dalam Negeri Gaza mengumumkan bahwa warga Palestina yang memegang paspor Mesir bisa meninggalkan Palestina melalui Rafah.

Tapi ratusan warga Palestina buru-buru ke Rafah pada hari Kamis (10/7), termasuk juga orang yang tidak diizinkan masuk. Polisi Palestina menutup beberapa pintu yang terbuat dari besi untuk mengontrol warga Palestina yang hendak keluar dan mempermudah ambulan yang membawa pasien.

Di pintu tersebut, para wanita, anak-anak dan laki-laki berteriak kepada petugas keamanan pintu, mencoba memasukkan dirinya melalui celah pintu yang tidak ditutup rapat.

Khaled al-Shaer, direktur Penyebrangan Rafah Palestina, mengatakan bahwa dia tidak tahu berapa lama pintu tersebut masih akan dibuka.

Menteri Dalam Negeri Gaza mengatakan bahwa hanya 11 orang Palestina yang luka-luka keluar dari Gaza melewati penyebrangan Rafah pada hari Kamis.

(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Jazeera News

back to top