Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Prosesi kelulusan yang mengharukan

Prosesi kelulusan yang mengharukan

Amerika-KoPi, Seorang siswi sekolah menengah menjalani proses upacara kelulusan di samping ranjang perawatan ibunya yang sedang sakit keras. Peristiwa ini terjadi sehari sebelum sang ibu meninggal dunia karena penyakit kanker yang diidapnya.

Glen Burnie High School di wilayah Maryland setuju untuk menggelar prosesi upacara kelulusan pribadi di sisi pembaringan Nyonya Darlene Sugg. Keluarga Nyonya Sugg akhirnya menghubungi pihak sekolah setelah mereka menyadari bahwa Sugg terlalu parah sakitnya dan dirinya tidak mampu untuk menghadiri prosesi upacara kelulusan putrinya, Megan, yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juni.


 “Sebelumnya, saya pikir dirinya akan mampu menghadiri acra tersebut, tetapi dua hari ini kondisinya sangat menurun drastis,” ujar Steve Sugg, ayah Megan.


Upacara tersebut dilaksanakan hari kamis dan pada hari sabtu Nyonya Sugg meninggal dunia. Menurut Maryland Gazette, Nyonya Sugg didiagnosa mengidap kanker kolorektum sejak empat tahun yang lalu.


“Aku senang ibuku dapat melihatku, tetapi aku juga sedih,” ujar Megan, yang dipotret dengan linangan airmata dan mengenakan gaun lengkap dengan jubah kelulusan.


(Ana Puspita)
Sumber: News.com.au






back to top