Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Prosesi kelulusan yang mengharukan

Prosesi kelulusan yang mengharukan

Amerika-KoPi, Seorang siswi sekolah menengah menjalani proses upacara kelulusan di samping ranjang perawatan ibunya yang sedang sakit keras. Peristiwa ini terjadi sehari sebelum sang ibu meninggal dunia karena penyakit kanker yang diidapnya.

Glen Burnie High School di wilayah Maryland setuju untuk menggelar prosesi upacara kelulusan pribadi di sisi pembaringan Nyonya Darlene Sugg. Keluarga Nyonya Sugg akhirnya menghubungi pihak sekolah setelah mereka menyadari bahwa Sugg terlalu parah sakitnya dan dirinya tidak mampu untuk menghadiri prosesi upacara kelulusan putrinya, Megan, yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juni.


 “Sebelumnya, saya pikir dirinya akan mampu menghadiri acra tersebut, tetapi dua hari ini kondisinya sangat menurun drastis,” ujar Steve Sugg, ayah Megan.


Upacara tersebut dilaksanakan hari kamis dan pada hari sabtu Nyonya Sugg meninggal dunia. Menurut Maryland Gazette, Nyonya Sugg didiagnosa mengidap kanker kolorektum sejak empat tahun yang lalu.


“Aku senang ibuku dapat melihatku, tetapi aku juga sedih,” ujar Megan, yang dipotret dengan linangan airmata dan mengenakan gaun lengkap dengan jubah kelulusan.


(Ana Puspita)
Sumber: News.com.au






back to top