Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Pria Muslim jadi pahlawan dalam penyanderaan Charlie Hebdo

Lassana Bathily, pegawai supermarket Hyper Cacher Lassana Bathily, pegawai supermarket Hyper Cacher
KoPi| Di tengah keterkejutan dunia terhadap penyerangan Charlie Hebdo dan kekhawatiran akan terjadi semakin banyaknya Islamophobia, sebuah kabar membanggakan mencuat. Masyarakat Perancis dan dunia memuji tindakan seorang pria Muslim saat penyanderaan supermarket oleh pelaku penyerangan Charlie Hebdo.
 

Lassana Bathily, pria berusia 24 tahun menyembunyikan beberapa pengunjung, dua di antaranya anak-anak, di dalam lemari pendingin ketika penyerangan terjadi. Bathily merupakan warga Muslim Perancis asal Mali yang bekerja sebagai asisten toko di Supermarket Hyper Cacher yang menjadi sasaran penyerangan.

Bathily dipuji karena keberanian dan kecepatannya berpikir. “Ketika mereka berlari ke bawah saya segera membuka pintu lemari pendingin. Saya matikan lampu dan pendingin, kemudian saya minta para sandera masuk ke dalam, menutup pintu dan meminta mereka tetap tenang,” ujar Bathily pada The Daily Mail.

Bathiliy selanjutnya kabur menggunakan lift barang dan berhasil memberi informasi pada polisi mengenai situasi di dalam supermarket dan lokasi sandera. Para sandera di dalam lemari pendingin akhirnya selamat setelah polisi menggerebek supermarket.

Hyper Cacher adalah supermarket yang menyediakan kebutuhan kosher (halal Yahudi) di Paris dan sebagian besar pengunjungnya adalah warga Yahudi Perancis. Seorang rabbi Perancis, Albert Guigui berterimakasih atas keberanian Bathily menyelamatkan para sandera. Salah seorang sandera dan anaknya merupakan kerabat Guigui. 

“Mereka selamat karena pegawai Muslim di supermarket itu. Dia menyembunyikan para sandera sehingga mereka bisa selamat,” tuturnya pada The Daily Mail. 

Foto-foto Bathily kini tersebar luas di jagat Twitter dan menjadi simbol atas bersatunya masyarakat melawan terorisme. Warga Perancis bahkan meminta Bathily dianugerahi Medali Kehormatan Perancis atas keberaniannya.| The Daily Mail UK

 

back to top