Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pria Muslim jadi pahlawan dalam penyanderaan Charlie Hebdo

Lassana Bathily, pegawai supermarket Hyper Cacher Lassana Bathily, pegawai supermarket Hyper Cacher
KoPi| Di tengah keterkejutan dunia terhadap penyerangan Charlie Hebdo dan kekhawatiran akan terjadi semakin banyaknya Islamophobia, sebuah kabar membanggakan mencuat. Masyarakat Perancis dan dunia memuji tindakan seorang pria Muslim saat penyanderaan supermarket oleh pelaku penyerangan Charlie Hebdo.
 

Lassana Bathily, pria berusia 24 tahun menyembunyikan beberapa pengunjung, dua di antaranya anak-anak, di dalam lemari pendingin ketika penyerangan terjadi. Bathily merupakan warga Muslim Perancis asal Mali yang bekerja sebagai asisten toko di Supermarket Hyper Cacher yang menjadi sasaran penyerangan.

Bathily dipuji karena keberanian dan kecepatannya berpikir. “Ketika mereka berlari ke bawah saya segera membuka pintu lemari pendingin. Saya matikan lampu dan pendingin, kemudian saya minta para sandera masuk ke dalam, menutup pintu dan meminta mereka tetap tenang,” ujar Bathily pada The Daily Mail.

Bathiliy selanjutnya kabur menggunakan lift barang dan berhasil memberi informasi pada polisi mengenai situasi di dalam supermarket dan lokasi sandera. Para sandera di dalam lemari pendingin akhirnya selamat setelah polisi menggerebek supermarket.

Hyper Cacher adalah supermarket yang menyediakan kebutuhan kosher (halal Yahudi) di Paris dan sebagian besar pengunjungnya adalah warga Yahudi Perancis. Seorang rabbi Perancis, Albert Guigui berterimakasih atas keberanian Bathily menyelamatkan para sandera. Salah seorang sandera dan anaknya merupakan kerabat Guigui. 

“Mereka selamat karena pegawai Muslim di supermarket itu. Dia menyembunyikan para sandera sehingga mereka bisa selamat,” tuturnya pada The Daily Mail. 

Foto-foto Bathily kini tersebar luas di jagat Twitter dan menjadi simbol atas bersatunya masyarakat melawan terorisme. Warga Perancis bahkan meminta Bathily dianugerahi Medali Kehormatan Perancis atas keberaniannya.| The Daily Mail UK

 

back to top