Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Prestasi, mahasiswa Palestina ciptakan rompi tuna netra

Prestasi, mahasiswa Palestina ciptakan rompi tuna netra

Palestina-KoPi| Mahasiswa Palestina dari Universitas Politeknik di Hebron telah menciptakan rompi tune netra.  Sebuah rompi menggunakan getaran dan perintah suara untuk memungkinkan orang buta berjalan tanpa bantuan.

Alat pintar Assist System Tunanetra (SASB) dirancang sesuai tongkat tuna netra. Berbeda dengan seri rompi Eyeronman AS yang terlebih dahulu beredar di pasar. Perangkat memakai hands-free dengan sensor dan emitter dipasang langsung ke rompi untuk mendeteksi rintangan. Ini berisi Laser Lidar, USG, dan teknologi inframerah.

Menurut mahasiswa pascasarjana teknik, Abdel Rahman al-Barmeel, yang membantu merancang SASB, sistem alat ini sederhana dan nyaman untuk digunakan oleh tuna netra.

"Proyek ini menawarkan banyak solusi yang berbeda untuk proyek-proyek sebelumnya yang lain, misalnya ide sensor tanah, yang efektif dalam proyek ini. Alat ini bekerja dengan mengarahkan tuna netra dengan perintah getaran dan suara," kata al-Barmeel.

Proyek ini dikembangkan di bawah pengawasan Dekan Jurusan Teknik dan Project Supervisor, Dr. Ramzi al-Qawasmi.

Al-Qawasmi menyatakan pentingnya meningkatkan kehidupan tunanetra.

"Proyek ini merupakan sebuah rompi yang dikenakan oleh tunanetra untuk membantu mereka untuk berintegrasi ke dalam masyarakat dan berkomunikasi. Melatih mereka berjalan tanpa hambatan," katanya. |reuters.com| Winda Efanur FS|

Media

back to top