Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Presiden Ukraina: tidak ada solusi militer untuk konflik dengan Rusia

Presiden Ukraina: tidak ada solusi militer untuk konflik dengan Rusia
Ukraina-KoPi- Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik negaranya dengan Rusia dan sekarang Ukraina lebih membutuhkan dukungan ekonomi dan politik dari Eropa untuk membantu menghindari eskalasi (kenaikan; pertambahan volume, jumlah).

Presiden Ukraina memutuskan untuk menghentikan gencatan senjata dengan Rusia Jumat lalu karena dianggap perjanjian itu gagal. Rusia yang membantah mengirim pasukan tempur ke Ukraina, telah menarik pasukannya yang berjumlah 1.000 orang. 

Para separatis pro-Rusia menuntut kemerdekaan dan asosiasi yang lebih erat dengan Rusia. Tetapi Poroshenko mengatakan kemerdekaan bukanlah pilihan.

Dia berharap pertumpahan darah dapat dihindari setelah konflik lima bulan yang telah menewaskan sekitar 3.000 jiwa. Dia berkata bahwa Ukraina akan memenangkan kembali wilayahnya yang hilang dan tetap bersatu dengan meningkatkan kondisi ekonomi. 

"Saya yakin bahwa kami akan memenangkan persaingan ekonomi, demografi, dan liberal," katanya. "Standar hidup kami akan jauh lebih baik. Ini adalah satu-satunya cara kita bisa menang”, tegas Poroshenko.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

 

back to top