Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Presiden Ukraina: tidak ada solusi militer untuk konflik dengan Rusia

Presiden Ukraina: tidak ada solusi militer untuk konflik dengan Rusia
Ukraina-KoPi- Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik negaranya dengan Rusia dan sekarang Ukraina lebih membutuhkan dukungan ekonomi dan politik dari Eropa untuk membantu menghindari eskalasi (kenaikan; pertambahan volume, jumlah).

Presiden Ukraina memutuskan untuk menghentikan gencatan senjata dengan Rusia Jumat lalu karena dianggap perjanjian itu gagal. Rusia yang membantah mengirim pasukan tempur ke Ukraina, telah menarik pasukannya yang berjumlah 1.000 orang. 

Para separatis pro-Rusia menuntut kemerdekaan dan asosiasi yang lebih erat dengan Rusia. Tetapi Poroshenko mengatakan kemerdekaan bukanlah pilihan.

Dia berharap pertumpahan darah dapat dihindari setelah konflik lima bulan yang telah menewaskan sekitar 3.000 jiwa. Dia berkata bahwa Ukraina akan memenangkan kembali wilayahnya yang hilang dan tetap bersatu dengan meningkatkan kondisi ekonomi. 

"Saya yakin bahwa kami akan memenangkan persaingan ekonomi, demografi, dan liberal," katanya. "Standar hidup kami akan jauh lebih baik. Ini adalah satu-satunya cara kita bisa menang”, tegas Poroshenko.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

 

back to top