Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Presiden Ukraina: tidak ada solusi militer untuk konflik dengan Rusia

Presiden Ukraina: tidak ada solusi militer untuk konflik dengan Rusia
Ukraina-KoPi- Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik negaranya dengan Rusia dan sekarang Ukraina lebih membutuhkan dukungan ekonomi dan politik dari Eropa untuk membantu menghindari eskalasi (kenaikan; pertambahan volume, jumlah).

Presiden Ukraina memutuskan untuk menghentikan gencatan senjata dengan Rusia Jumat lalu karena dianggap perjanjian itu gagal. Rusia yang membantah mengirim pasukan tempur ke Ukraina, telah menarik pasukannya yang berjumlah 1.000 orang. 

Para separatis pro-Rusia menuntut kemerdekaan dan asosiasi yang lebih erat dengan Rusia. Tetapi Poroshenko mengatakan kemerdekaan bukanlah pilihan.

Dia berharap pertumpahan darah dapat dihindari setelah konflik lima bulan yang telah menewaskan sekitar 3.000 jiwa. Dia berkata bahwa Ukraina akan memenangkan kembali wilayahnya yang hilang dan tetap bersatu dengan meningkatkan kondisi ekonomi. 

"Saya yakin bahwa kami akan memenangkan persaingan ekonomi, demografi, dan liberal," katanya. "Standar hidup kami akan jauh lebih baik. Ini adalah satu-satunya cara kita bisa menang”, tegas Poroshenko.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

 

back to top