Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pramugari tolak beri muslimah minuman kaleng karena takut dijadikan senjata

Pramugari tolak beri muslimah minuman kaleng karena takut dijadikan senjata
KoPi | Maskapai penerbangan United Airlines mendapat kecaman keras dan ancaman boikot setelah perlakuan mereka terhadap salah seorang penumpang muslim.
 

Daily Mail melaporkan salah seorang pramugari United Airlines menolak menyuguhkan minuman kaleng pada seorang muslimah karena khawatir akan digunakan sebagai senjata.

Kejadian tersebut bermula ketika Tahera Ahmad meminta sekaleng minuman soda pada layanan pesawat. Lalu pramugari membawakannya sebuah kaleng yang sudah terbuka. Melihat hal tersebut, Tahera meminta yang baru karena alasan higienitas namun ditolak.

Namun ketika seseorang yang duduk di dekatnya diberi kaleng bir yang tak terbuka, Tahera kembali bertanya mengapa ia tak bisa mendapat pelayanan yang sama. Jawaban si pramugari tersebut: Kami tak diijinkan memberikan kaleng yang tak terbuka karena mereka bisa menggunakannya sebagai senjata dalam pesawat.

Mendapat jawaban tersebut, Tahera diam-diam menangis dan mengunggah perlakuan tersebut ke laman Facebook-nya. Ia juga bertanya pada sesama penumpang apakah mereka juga mengalami perlakuan yang sama. Namun tak ada yang merespons-nya, kecuali seorang penumpang yang memintanya diam karena seorang Muslim bisa menggunakan kaleng sebagai senjata.

Tahera mengatakan bahwa ia kerap menjadi sasaran kebencian karena mengenakan hijab. Namun kejadian di pesawat tersebut membuatnya sangat terganggu karena dituduh menjadi ancaman bagi orang lain di depan umum. | Daily Mail, Chicago Sun-Times, The Huffington Post

back to top