Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pramugari tolak beri muslimah minuman kaleng karena takut dijadikan senjata

Pramugari tolak beri muslimah minuman kaleng karena takut dijadikan senjata
KoPi | Maskapai penerbangan United Airlines mendapat kecaman keras dan ancaman boikot setelah perlakuan mereka terhadap salah seorang penumpang muslim.
 

Daily Mail melaporkan salah seorang pramugari United Airlines menolak menyuguhkan minuman kaleng pada seorang muslimah karena khawatir akan digunakan sebagai senjata.

Kejadian tersebut bermula ketika Tahera Ahmad meminta sekaleng minuman soda pada layanan pesawat. Lalu pramugari membawakannya sebuah kaleng yang sudah terbuka. Melihat hal tersebut, Tahera meminta yang baru karena alasan higienitas namun ditolak.

Namun ketika seseorang yang duduk di dekatnya diberi kaleng bir yang tak terbuka, Tahera kembali bertanya mengapa ia tak bisa mendapat pelayanan yang sama. Jawaban si pramugari tersebut: Kami tak diijinkan memberikan kaleng yang tak terbuka karena mereka bisa menggunakannya sebagai senjata dalam pesawat.

Mendapat jawaban tersebut, Tahera diam-diam menangis dan mengunggah perlakuan tersebut ke laman Facebook-nya. Ia juga bertanya pada sesama penumpang apakah mereka juga mengalami perlakuan yang sama. Namun tak ada yang merespons-nya, kecuali seorang penumpang yang memintanya diam karena seorang Muslim bisa menggunakan kaleng sebagai senjata.

Tahera mengatakan bahwa ia kerap menjadi sasaran kebencian karena mengenakan hijab. Namun kejadian di pesawat tersebut membuatnya sangat terganggu karena dituduh menjadi ancaman bagi orang lain di depan umum. | Daily Mail, Chicago Sun-Times, The Huffington Post

back to top