Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Pramugari tolak beri muslimah minuman kaleng karena takut dijadikan senjata

Pramugari tolak beri muslimah minuman kaleng karena takut dijadikan senjata
KoPi | Maskapai penerbangan United Airlines mendapat kecaman keras dan ancaman boikot setelah perlakuan mereka terhadap salah seorang penumpang muslim.
 

Daily Mail melaporkan salah seorang pramugari United Airlines menolak menyuguhkan minuman kaleng pada seorang muslimah karena khawatir akan digunakan sebagai senjata.

Kejadian tersebut bermula ketika Tahera Ahmad meminta sekaleng minuman soda pada layanan pesawat. Lalu pramugari membawakannya sebuah kaleng yang sudah terbuka. Melihat hal tersebut, Tahera meminta yang baru karena alasan higienitas namun ditolak.

Namun ketika seseorang yang duduk di dekatnya diberi kaleng bir yang tak terbuka, Tahera kembali bertanya mengapa ia tak bisa mendapat pelayanan yang sama. Jawaban si pramugari tersebut: Kami tak diijinkan memberikan kaleng yang tak terbuka karena mereka bisa menggunakannya sebagai senjata dalam pesawat.

Mendapat jawaban tersebut, Tahera diam-diam menangis dan mengunggah perlakuan tersebut ke laman Facebook-nya. Ia juga bertanya pada sesama penumpang apakah mereka juga mengalami perlakuan yang sama. Namun tak ada yang merespons-nya, kecuali seorang penumpang yang memintanya diam karena seorang Muslim bisa menggunakan kaleng sebagai senjata.

Tahera mengatakan bahwa ia kerap menjadi sasaran kebencian karena mengenakan hijab. Namun kejadian di pesawat tersebut membuatnya sangat terganggu karena dituduh menjadi ancaman bagi orang lain di depan umum. | Daily Mail, Chicago Sun-Times, The Huffington Post

back to top