Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Pramugari tolak beri muslimah minuman kaleng karena takut dijadikan senjata

Pramugari tolak beri muslimah minuman kaleng karena takut dijadikan senjata
KoPi | Maskapai penerbangan United Airlines mendapat kecaman keras dan ancaman boikot setelah perlakuan mereka terhadap salah seorang penumpang muslim.
 

Daily Mail melaporkan salah seorang pramugari United Airlines menolak menyuguhkan minuman kaleng pada seorang muslimah karena khawatir akan digunakan sebagai senjata.

Kejadian tersebut bermula ketika Tahera Ahmad meminta sekaleng minuman soda pada layanan pesawat. Lalu pramugari membawakannya sebuah kaleng yang sudah terbuka. Melihat hal tersebut, Tahera meminta yang baru karena alasan higienitas namun ditolak.

Namun ketika seseorang yang duduk di dekatnya diberi kaleng bir yang tak terbuka, Tahera kembali bertanya mengapa ia tak bisa mendapat pelayanan yang sama. Jawaban si pramugari tersebut: Kami tak diijinkan memberikan kaleng yang tak terbuka karena mereka bisa menggunakannya sebagai senjata dalam pesawat.

Mendapat jawaban tersebut, Tahera diam-diam menangis dan mengunggah perlakuan tersebut ke laman Facebook-nya. Ia juga bertanya pada sesama penumpang apakah mereka juga mengalami perlakuan yang sama. Namun tak ada yang merespons-nya, kecuali seorang penumpang yang memintanya diam karena seorang Muslim bisa menggunakan kaleng sebagai senjata.

Tahera mengatakan bahwa ia kerap menjadi sasaran kebencian karena mengenakan hijab. Namun kejadian di pesawat tersebut membuatnya sangat terganggu karena dituduh menjadi ancaman bagi orang lain di depan umum. | Daily Mail, Chicago Sun-Times, The Huffington Post

back to top