Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

PNG sebut Indonesia menindas Papua

Perdana Menteri PNG Peter O'Neill Perdana Menteri PNG Peter O'Neill
KoPi| Papua New Guinea (PNG) untuk pertama kalinya secara terbuka mengecam pelanggaran HAM yang terjadi di Papua Barat. Perdana Menteri PNG Peter O’Neill meyatakan bahwa warga Papua Barat mengalami penindasan selama berada di bawah pemerintahan Indonesia.
 

“Kadang kita lupa pada keluarga kita, saudara-saudara kita, terutama mereka yang ada di Papua Barat. Saya kira sudah saatnya kita, sebagai negara, berbicara terhadap penindasan yang dialami saudara-saudara kita di sana,” ucap O’Neill dalam pertemuan pemimpin PNG (5/2).

Ini pertama kalinya PNG berbicara terbuka dan memprotes mengenai masalah Papua Barat pada pemerintah Indonesia. Media Australia tampak memuji sikap terbuka O’Neill tersebut. Sikap O’Neill ini mereka yakini sebagai dukungan terhadap kelompok separatis Papua yang ingin memisahkan diri dari Indonesia. 

Selama ini PNG telah mengakui Papua Barat sebagai bagian tak terpisahkan dari Indonesia. Namun pernyataan O’Neill kali ini tidak lagi bisa dikatakan sebagai dukungan terhadap keutuhan NKRI. Meski demikian, Menteri Luar Negeri PNG tetap memastikan PNG mendukung kedaulatan Indonesia atas Papua Barat.

Jumat (6/2) lalu, Organisasi Papua Merdeka mengajukan keanggotaan untuk Melanesian Spearhead Group/MSG (Kelompok Ujung Tombak Melanesia). Pengajuan tersebut disebutkan sebagai upaya diplomatik baru untuk memisahkan diri dari NKRI. MSG dijadwalkan akan membuat keputusan mengenai penerimaan keanggotaan OPM tersebut pada pertengahan tahun ini.| ABC, Radio New Zealand, Auckland University of Technology

 

back to top