Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

PM Israel tidak suka Rusia jual rudal ke Iran

PM Israel tidak suka Rusia jual rudal ke Iran

KoPi| Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Selasa (14/4), berbicara pada Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telephon tentang keputusan Putin menjual rudal untuk Iran. Hal itu dikuatirkannya dapat membuat keamanan di wilayah riskan tersebut terganggu.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan Kantor Perdana Menteri Israel, Netanyahu benar-benar sangat prihatin terhadap keputusan Putin untuk menjual rudal S-300 nya terhadap Iran.

“Penjualan ini hanya akan membuat agresi Iran pada wilayah tersebut dan juga akan membuat stabilitas Timur Tengah akan terganggu,” kata Netanyahu.

Sebelumnya, pada hari Senin, Rusia mengatakan bahwa mereka mengikuti perjanjian yang dicapai oleh Iran dan enam negara adi daya (Amerika, Inggris, Perancis, Rusia dan Jerman) pada awal bulan ini. Putin juga menandatangi perjanjian yang melarang pengiriman S-300 ke Iran.

Tidak hanya Netanyahu yang mengkuatirkan pengiriman S-300 ini ke Iran. Pemerintah Amerika pun juga mengkuatirkan pasokan senjata yang canggih ke Iran. Seperti yang dikatakan oleh juru bicara departemen luar negeri Amerika Marie Harf bahwa Menteri Luar Negeri Amerika Jon Kerry juga melakukan pembicaraan terhadap Putin.

Disamping itu, pada Hari Selasa kemarin Iran sangat menerima dengan baik keputusan Rusia untuk mencabut larangan terhadap pengiriman rudal tersebut. Dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) Ali Shamkhani, mengatakan Iran mengharapkan untuk dapat menerima S-300 sistem rudal pertahanan udara Rusia pada tahun 2015 dengan harapan dapat memperkuat pertahanan Iran dan dapat membangun kerjasama antara Iran dan Rusia menjadi semakin baik.| The Guardian| Meiga Mega

back to top