Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

PM Israel tidak suka Rusia jual rudal ke Iran

PM Israel tidak suka Rusia jual rudal ke Iran

KoPi| Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Selasa (14/4), berbicara pada Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telephon tentang keputusan Putin menjual rudal untuk Iran. Hal itu dikuatirkannya dapat membuat keamanan di wilayah riskan tersebut terganggu.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan Kantor Perdana Menteri Israel, Netanyahu benar-benar sangat prihatin terhadap keputusan Putin untuk menjual rudal S-300 nya terhadap Iran.

“Penjualan ini hanya akan membuat agresi Iran pada wilayah tersebut dan juga akan membuat stabilitas Timur Tengah akan terganggu,” kata Netanyahu.

Sebelumnya, pada hari Senin, Rusia mengatakan bahwa mereka mengikuti perjanjian yang dicapai oleh Iran dan enam negara adi daya (Amerika, Inggris, Perancis, Rusia dan Jerman) pada awal bulan ini. Putin juga menandatangi perjanjian yang melarang pengiriman S-300 ke Iran.

Tidak hanya Netanyahu yang mengkuatirkan pengiriman S-300 ini ke Iran. Pemerintah Amerika pun juga mengkuatirkan pasokan senjata yang canggih ke Iran. Seperti yang dikatakan oleh juru bicara departemen luar negeri Amerika Marie Harf bahwa Menteri Luar Negeri Amerika Jon Kerry juga melakukan pembicaraan terhadap Putin.

Disamping itu, pada Hari Selasa kemarin Iran sangat menerima dengan baik keputusan Rusia untuk mencabut larangan terhadap pengiriman rudal tersebut. Dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) Ali Shamkhani, mengatakan Iran mengharapkan untuk dapat menerima S-300 sistem rudal pertahanan udara Rusia pada tahun 2015 dengan harapan dapat memperkuat pertahanan Iran dan dapat membangun kerjasama antara Iran dan Rusia menjadi semakin baik.| The Guardian| Meiga Mega

back to top