Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Petinju legendaris Muhammad Ali wafat di usia 74 tahun

Petinju legendaris Muhammad Ali wafat di usia 74 tahun

KoPi| Petinju lengendaris "The Greatest" Muhamad Ali meninggal dunia hari Jum'at ( 3 /6) di rumah sakit Phoenix dalam usia 74 tahun. Muhammad Ali sebelumnya dirawat karena komplikasi pernafasan. Demikian laporan NBC News.

Ali lahir di Louisville, Kentucky 17 Januari 1942 dengan nama Cassius Marcellus. Ali mulai berlatih tinju pada usia 12 yahun dan memenangkan Sarung Emas di kejuaraan nasional dan kemudian mendapatkan medali emas dalam olimpiade pada kelas berat-ringan 1960.

Ali juga dikenal sebagai aktivis anti diskriminasi dan menolak wajib militer pada Perang Vitenam. Ali juga bergaul dengan komunitas Black Muslim dan terinsiprasi oleh Malcom X yang kemudian memutuskan menjadi muslim dan mengubah namanya Cassius Marcellus menjadi Muhammad Ali.

Ia merebut gelar juara dunia kelas berat tiga kali dan membuat dunia tercengang saat ia mengalahkan Goerge Foreman dengan KO di ronde 6.

back to top