Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Pernikahan sangat baik untuk mengidentifikasi penyakit melanoma lebih dini

Amerika-KoPi|Orang yang sudah menikah sangat mungkin untuk menemukan kanker kulit mematikan lebih cepat dibandingkan rekan-rekan mereka yang belum. Sebuah studi di AS tentang pasien melanoma membuktikan pendapat ini.
Pada penelitian ini, para peneliti memeriksa data pada 52.063 orang dewasa yang didiagnosis melanoma di stadium awal dari tahun 2010-2014. Penelitian ini melibatkan 36.307 pasien sudah menikah, 7.570 orang belum menikah, 3.650 orang bercerai dan 4.536 menjadi janda.
 
Laporan tim studi di JAMA Dermatology, para peneliti tersebut menemukan ternyata dibandingkan dengan pasien yang sudah menikah, para janda 70 persen lebih mungkin untuk didiagnosis mengidap melanoma tahap awal ketika kulit mereka lebih tebal dan penyakit lebih sulit untuk diobati. 
 
Sementara orang yang bercerai 38 persen lebih mungkin untuk didiagnosis memiliki melanoma dan individu yang tidak pernah menikah memiliki kemungkinan 32 persen lebih tinggi untuk memiliki penyakit yang sama. 
 
"Kami menduga bahwa pasangan yang sudah menikah memiliki mata tambahan yaitu melalui pasangan mereka untuk mengetahui gejala aneh pada kulit pasangan mereka. Inilah yang membuat identifikasi penyakit tersebut dapat lebih dini diketahui," kata penulis utama Cimarron Sharon dari Rumah Sakit University of Pennsylvania di Philadelphia, Sabtu (12/5).
 
Sharon juga mengatakan orang-orang yang memiliki hubungan jangka panjang sering melihat kulit pasangan mereka dari waktu ke waktu, dan dapat melihat lesi baru atau berubah, terutama di daerah yang sulit dilihat, seperti punggung.
 
Diagnosis dan kematian melanoma di AS terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir meskipun upaya pencegahan secara luas bertujuan untuk mendorong orang untuk membatasi paparan sinar matahari dan menggunakan tabir surya dan pakaian pelindung ketika mereka berada di luar ruangan.
 
Bahkan dengan sebagian besar kasus melanoma yang ditemukan secara dini, ketebalan tumor dapat mempengaruhi seberapa mudah mereka untuk mengobati dan kemungkinan kelangsungan hidup pasien.
 
Dalam penelitian ini, peneliti ingin melihat apakah status perkawinan mungkin mempengaruhi seberapa sering orang didiagnosis dengan melanoma tahap awal pada apa yang dikenal sebagai tahap T1a, ketika tumor tidak lebih dari 1 milimeter tebal dan belum mencapai lapisan terdalam dari kulit.
 
Secara keseluruhan, 46 persen pasien yang menikah didiagnosis pada tahap T1a atau stadium melanoma tahap awal, dibandingkan dengan 43 persen orang yang belum menikah, 39 persen individu yang bercerai dan 32 persen janda.
 
Orang yang sudah menikah juga lebih mungkin untuk mendapatkan apa yang dikenal sebagai biopsi node sentinel untuk memastikan apakah tumor telah menyebar ke bagian lain dari tubuh. 
 
"Ini menunjukkan bahwa pasangan tidak hanya menangkap masalah kulit, tetapi juga mendorong pasangan mereka untuk menindaklanjuti dengan tes atau perawatan yang direkomendasikan," kata Sharon.
 
Penelitian ini bukan eksperimen terkontrol yang dirancang untuk membuktikan apakah perkawinan benar-benar membantu orang menangkap melanoma lebih cepat atau hidup lebih lama dengan diagnosis ini. Salah satu kelemahan dari penelitian ini adalah bahwa peneliti tidak memiliki data tentang apakah orang yang belum menikah mungkin tinggal dengan pasangan atau dalam hubungan jangka panjang.
 
"Meski demikian, hasilnya masuk akal dan menawarkan bukti baru tentang pentingnya memiliki mata yang lain untuk mencari perubahan pada kulit," kata Dr. Jeffrey Farma, direktur bedah program melanoma di Fox Chase Cancer Center di Philadelphia, lewat surel Email.
 
Lanjutnya, Farma menerangkan secara intuitif seseorang akan menduga bahwa pasangan akan lebih mungkin untuk mengidentifikasi atau memfasilitasi evaluasi lesi kulit yang berkaitan dan penelitian yang sangat baik ini telah menunjukkan secara ilmiah persepsi ini.
 
“Penting bagi dokter untuk memahami implikasi sosial ketika mengevaluasi pasien dan mempertimbangkan pilihan pengobatan pada kelompok pasien yang berbeda berdasarkan status perkawinan.Ada kemungkinan yang lebih tinggi bahwa pasangan dapat mengidentifikasi lesi yang mencurigakan di area yang sulit untuk divisualisasikan," tambah Farma yang tidak terlibat pada penelitian JAMA Dermatology
 
Sumber: Reuters.
back to top