Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Perempuan berpakaian ketat dan berkerudung kecil, dipolisikan

Perempuan berpakaian ketat dan berkerudung kecil, dipolisikan

Iran-KoPi, Ratusan orang berdemo di ibu kota Iran pada hari Sabtu (12/7) menuntut televisi pemerintah mengenai “budaya berkerudung dan gaya berkerudung” dalam program TV tersebut.

Para demonstran mengecam adanya perempuan-perempuan yang “gaya kerudungnya buruk” dalam sebuah opera dan mengatakan perempuan-perempuan yang memakai pakaian tradisi (pakaian yang longgar yang menutup seluruh badan dan menggunakan cadar) selalu dianggap perempuan yang miskin dan tidak terdidik.

Di bawah hukum islam di Iran sejak revolusi tahun 1979, para perempuan harus menggunakan baju yang longgar dan hijab, kerudung yang menutup rambut dan leher.

Polisi “moral” bertanggung jawab untuk menegakkan hukum tersebut, dan bisa menjatuhkan denda atau menangkap siapa saja yang menolaknya.

Tapi tahun-tahun terakhir-terakhir ini banyak perempuan yang memakai kerudung kecil atau pendek yang hanya menutupi rambutnya saja, bercelana ketat dan pakain yang hanya menutupi hanya sampai pahanya saja, bukan memakai pakaian panjang atau cadar.

“Hukum tersebut harus dihormati jika kemurnian masyarakat ingin dijaga,” demostran Fatemeh Rahmani mengatakan pada AFP.

Perempuan lain, Zeinab Moeini, mengatakan “Polisi “moral” harus menagkap perempuan yang membuat masalah dan “hijabnya buruk” dalam masyarakat Iran.

Di bulan Juni, 195 orang konservatif yang juga menguasai parlemen menuliskankan kepada Presiden Rahwani yang menuntut agar memperketat undang-undang kode etik berpakaian tersebut, dengan mengecam apa yang mereka sebut dengan “invasi budaya” Barat.

Rohwani, seorang moderat yang terpilih menjadi presiden setelah mengkampanyekan tentang budaya dan kebebasan sosial dalam negara republik tersebut.

Di bulan Oktober, dia menyuruh polisi agar menjadi moderat ketika menegakkan syarat-syarat hijab tersebut.

Dia juga mengatakan bahwa “kita tidak bisa membawa orang-orang ke surga dengan menggunakan cambuk,” sebuah ucapan yang dikutuk oleh para konservatif.

(Fahrurrazi)
Sumber: al-Arabiya News

back to top