Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Pengungsi Kobani mungkin tidak bisa pulang, mereka terlantar

Pengungsi Kobani mungkin tidak bisa pulang, mereka terlantar
Turki-KoPi- 180.000 orang telah melarikan diri ke Turki tanpa uang atau identitas dokumen untuk mendapatkan pekerjaan karena mereka berusaha menghindari kekerasan ISIS. 

Hampir satu bulan pertempuran di kota Kobani tempat kelompok kurdi Suriah bertempat tinggal. Ratusan ribu warga sipil yang melarikan diri sekarang menghadapi realitas, mereka mungkin tidak pernah bisa kembali ke rumah mereka. 

Di kota Suruc Turki yang hanya beberapa kilometer dari perbatasan Suriah merupakan tempat para pengungsi bermukim, akan tetapi tidak ada rumah sakit darurat  yang siap untuk menghadapi kebutuhan para pengungsi. 

Para pengungsi tidak punya uang untuk meninggalkan Suruc dan bahkan sekarang mereka berjuang menemukan apa yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup di tanah asing. Pengungsi wanita tua muda dan anak-anak hanya bisa duduk di trotoar menunggu dengan cemas bantuan segera datang.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.sky.com

 

 

 

 

back to top