Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Penghapusan situs porno oleh China

Penghapusan situs porno oleh China

China-KoPi, China telah menutup 110 situs sebagai bagian dari tindakan keras secara nasional pada situs pornografi online, Kantor Informasi dan Internet China mengatakan pada hari Minggu (20/4).

Sekitar 3.300 akun pada layanan berbasis jejaring sosial, seperti WeChat dan Sina Weibo, serta forum online lainnya  telah dihapus di baru-baru ini setelah malaunching kampanye "Cleaning the Web 2014". 

 

Hampir 7.000 iklan dan 200.000 teks yang mengandung konten pornografi juga dihapus. 

 

The National Office Against Pornographic and Illegal Publications mengatakan bahwa pornografi menciptakan kerugian besar bagi anak-anak dan etos sosial. 

 

Mereka juga mengatakan bahwa kampanye ini adalah dalam menanggapi penyebaran pornografi online secara keras  meskipun telah ada beberapa penghapusan sebelumnya.

 

(Fahrurrazi)

Sumber: CCTV.Com

back to top