Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Penghapusan situs porno oleh China

Penghapusan situs porno oleh China

China-KoPi, China telah menutup 110 situs sebagai bagian dari tindakan keras secara nasional pada situs pornografi online, Kantor Informasi dan Internet China mengatakan pada hari Minggu (20/4).

Sekitar 3.300 akun pada layanan berbasis jejaring sosial, seperti WeChat dan Sina Weibo, serta forum online lainnya  telah dihapus di baru-baru ini setelah malaunching kampanye "Cleaning the Web 2014". 

 

Hampir 7.000 iklan dan 200.000 teks yang mengandung konten pornografi juga dihapus. 

 

The National Office Against Pornographic and Illegal Publications mengatakan bahwa pornografi menciptakan kerugian besar bagi anak-anak dan etos sosial. 

 

Mereka juga mengatakan bahwa kampanye ini adalah dalam menanggapi penyebaran pornografi online secara keras  meskipun telah ada beberapa penghapusan sebelumnya.

 

(Fahrurrazi)

Sumber: CCTV.Com

back to top